JURNALINDONESIA.CO – Lantaran dikerjakan satu tahun sekali, ada yang lupa tata cara shalat Idul Fitri.
Shalat Idul Fitri berbeda dengan shalat sunat lainnya, yakni takbir di rakaat pertama sebanyak tujuh kali.
Lalu, takbir lima kali di rakaat kedua.
Shalat Idul Fitri dilakukan pada pagi hari, tepatnya setelah matahari naik seukuran tombak atau sekitar 15-20 menit setelah matahari terbit.
Dalilnya adalah hadits dari Abdullah bin Busr:
“Kami (para sahabat) biasa berangkat shalat Id bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika matahari telah naik seukuran tombak.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani).
Shalat Id disunnahkan dilakukan di tanah lapang (musalla), kecuali ada halangan seperti hujan atau kondisi tertentu yang mengharuskan di masjid.
Sebelum berangkat shalat, ada beberapa sunnah yang dianjurkan:
– Mandi sebelum shalat Id (HR. Ibnu Majah, dishahihkan Al-Albani).
– Memakai pakaian terbaik dan wewangian (HR. Al-Bukhari).
– Makan sedikit sebelum shalat, biasanya kurma dalam jumlah ganjil (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
– Bertakbir sejak malam Id hingga menjelang shalat Id (QS. Al-Baqarah: 185).
– Berjalan kaki ke tempat shalat (jika memungkinkan) dan mengambil jalan yang berbeda saat pulang (HR. Al-Bukhari).
Tata Cara Shalat Idul Fitri
Shalat Idul Fitri terdiri dari dua rakaat, dengan beberapa perbedaan dari shalat biasa. Berikut langkah-langkahnya:
Rakaat Pertama
Niat shalat Idul Fitri (cukup dalam hati, boleh juga dilafalkan).
أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَــالَى
Arab-Latin: Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini (imâman/ma’mûman) lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala”
Takbiratul Ihram seperti shalat biasa.











