JURNALINDONESIA.CO – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa minta maaf atas pernyataannya terkait 17+8 Tuntutan Rakyat.
Dia berjanji akan lebih baik lagi dalam mengeluarkan pernyataan, jangan sampai menimbulkan kontroversi.
***
Belum genap satu hari menjadi Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mendapat kritikan dari masyarakat atas pernyataannya soal 17+8 Tuntutan Rakyat yang dinilai tidak empati.
Purbaya langsung memohon maaf kepada masyarakat atas pernyataan yang dia lontarkan saat konferensi pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta pada Senin (8/9/2025) kemarin.
“Kemarin kalau ada kesalahan saya mohon maaf, ke depan akan lebih baik lagi,” ujarnya setelah acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Gedung Kemenkeu, Selasa (9/9/2025).
Dia berjanji akan memperbaiki diri untuk lebih berhati-hati saat melontarkan pernyataan ke publik agar tidak menyakiti hati masyarakat, mengingat kini dia telah menempati posisi penting di pemerintahan yaitu Menteri Keuangan, sehingga segala tindak-tanduknya diikuti oleh media dan publik.
Berbeda dengan jabatan yang sebelumnya Purbaya emban, yakni Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), yang jarang disorot oleh publik.
“Saya masih pejabat baru di sini, menterinya juga menteri kagetan. Jadi kalau ngomong, kalau kata Bu Sri Mulyani, gayanya koboy.
Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di Kemenkeu beda, salah ngomong langsung dipelintir sana sini,” jelasnya.
Ke depan, dia juga akan berupaya seoptimal mungkin untuk bisa menjadi Menteri Keuangan yang baik.
Bahkan, dia tak segan untuk meminta masukan dari pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati.











