banner 728x90

Ratusan Orang Teriak Tolak Tambang Laut Batu Beriga dan PLTN di DPRD Babel

Aksi massa tolak tambang laut Batu Beriga dan PLTN di DPRD Babel. Foto: JI/Mita
banner 468x60

Sementara itu, Daryus dari masyarakat Batu Beriga menegaskan warga membutuhkan kepastian atas wilayah mereka, bukan sekadar pemberian uang.

“Kami tidak meminta uang. Kami meminta keadilan, keamanan, dan kepastian,” kata Daryus.

Perwakilan Sang Puan Indonesia, Aurellia, juga turut menyampaikan orasi.

Ia menyoroti dampak persoalan lingkungan terhadap perempuan dan kelompok masyarakat lainnya.

Sementara itu, Muhammad Badarudin dari Walhi Babel mengatakan masyarakat Batu Beriga telah lama menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang timah di wilayah perairan mereka.

“Jangan memaksa masyarakat untuk menerima kegiatan pertambangan apabila kegiatan tersebut berpotensi mengganggu ruang hidup dan sumber penghidupan mereka,” ujarnya.

Massa kemudian masuk ke ruang paripurna DPRD Babel untuk menyampaikan aspirasi sekaligus meminta kepastian sikap dari DPRD Babel.

Namun, suasana sempat memanas setelah massa tidak menyetujui sikap DPRD yang dinilai hanya mengulur waktu dan belum menunjukkan langkah nyata terhadap persoalan yang selama ini mereka perjuangkan.

Kericuhan sempat terjadi sebelum situasi kembali kondusif.

Setelah itu, penyampaian sikap DPRD Babel yang dibacakan Ferry, Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), kemudian ditandatangani di depan Gedung DPRD Babel. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses