Festival yang berlangsung selama tiga hari ini bakal dikemas dengan berbagai kegiatan seru yang melibatkan masyarakat luas:
Hari Pertama: Wisata religi bersama majelis taklim.
Hari Puncak (Minggu): Jalan santai, lomba memancing, lomba mewarnai anak, dan aksi peduli lingkungan berupa penanaman mangrove.
Nur Kholis menjelaskan, dukungan dari PT TIMAH difokuskan untuk menyukseskan rangkaian acara di hari puncak, termasuk penyediaan fasilitas festival dan bibit mangrove.
Sinergi Berkelanjutan dengan PT TIMAH
Kehadiran festival ini dinilai efektif untuk mengubah stigma negatif tentang lahan bekas tambang. Nur Kholis mengakui, program sosial dan reklamasi dari PT TIMAH selama ini telah memberikan dampak nyata bagi roda ekonomi dan pariwisata Desa Baskara Bakti.
“Kami berharap sinergi ini terus terjaga. Kehadiran PT TIMAH telah memberikan banyak manfaat bagi desa kami, baik melalui kegiatan sosial, reklamasi, maupun pengembangan kawasan wisata yang berdampak bagi masyarakat,” tutupnya. (*)









