​Di lapangan, massa membentangkan spanduk bernada tegas, seperti “Perbaiki Pelaksanaannya, Bukan Hentikan Programnya” dan “Bela Prabowo Tangkap Koruptor”.
Koordinator Lapangan, Defri, menegaskan bahwa jika ditemukan indikasi penyimpangan atau kebocoran anggaran dalam distribusi MBG, institusi hukum harus menindak tegas oknumnya, bukan mengorbankan hak gizi anak-anak.
​”Kalau ada kekurangan dalam pelaksanaannya, tentu harus dievaluasi dan diperbaiki. Jangan sampai ada oknum yang memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi. Yang perlu diperbaiki itu sistemnya, bukan programnya yang dihapus,” cetus Defri di tengah orasi.
Dampak Riil di Akar Rumput
Sentimen senada datang dari perwakilan ibu rumah tangga dan relawan lokal yang merasakan langsung dampak instan program ini, baik dari sisi kesehatan anak maupun perputaran ekonomi mikro.
​Nova Dewi Susanti (Relawan SPPG Petaling)
Mengaku MBG sangat efektif menekan angka stunting.
“Semenjak ada MBG, alhamdulillah berat badan anak saya bertambah. Ini sangat membantu keluarga kurang mampu.”
​Emi Yusnita
Menyoroti multiplier effect bagi ekonomi warga.
“MBG ini membuka peluang bagi ibu rumah tangga untuk dapat penghasilan tambahan (sebagai penyedia/pengolah makanan).
Jangan hentikan perputaran ekonomi kami.” (*)













