BELITUNG TIMUR, JURNALINDONESIA.CO — Di tengah deru modernisasi yang kian kencang, sebuah asa untuk menjaga warisan leluhur kembali menyala di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Belitung Timur.
Berkat uluran tangan PT TIMAH Tbk, grup kesenian lokal kini bisa kembali menabuh rebana mereka yang sempat sunyi.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT TIMAH menyerahkan bantuan alat musik rebana baru untuk Grup Rebana AS-Saaddah.
Bantuan ini menjadi oase bagi kelompok seni yang selama ini aktif mengisi berbagai kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat, namun terhambat fasilitas yang rusak.
Ketua Grup Rebana AS-Saaddah, Yulizana, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya.
Bagi Yulizana dan anggotanya, bantuan ini bukan sekadar alat musik baru, melainkan sebuah suntikan semangat untuk terus merawat tradisi.
“Alat yang kami miliki sebelumnya sudah rusak, padahal kami masih rutin latihan dan sering tampil dalam kegiatan sosial maupun keagamaan. Bantuan ini sangat membantu kami,” ujar Yulizana haru.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam dan berharap agar perusahaan dapat terus maju serta memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Merawat Ingatan di Bangka hingga Karimun
Komitmen PT TIMAH dalam menjaga identitas budaya masyarakat ternyata tidak hanya berhenti di Belitung Timur.
Di Kabupaten Bangka, perusahaan ini bersinergi dengan masyarakat Adat Mapur untuk menghadirkan Kampung Adat Gebong Memarong di Air Abik, Desa Gunung Muda.
Kawasan ini kini bertransformasi menjadi pusat wisata edukasi budaya dan sejarah.













