banner 728x90

Menikmati Senja Sungai Kerabut: Riak Tenang, Sensasi Udang Galah, dan Pesona Ekowisata Pangkalpinang

Pemancing udang galah di Sungai Kerabut, Pangkalpinang, Minggu (17/5/2026). Foto: JI
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Matahari perlahan condong ke Barat, memendarkan cahaya keemasan yang memantul di atas permukaan air yang tenang.

Di bawah Jembatan Jerambah Gantung, Kota Pangkalpinang, sebuah sensasi sunyi namun memikat para pemancing.

Di sinilah Sungai Kerabut mengalir tenang, membawa kedamaian bagi siapa saja yang ingin sejenak lari dari bisingnya pusat kota.

​Sungai sepanjang 3,2 kilometer ini bukan sekadar aliran air.

Ia adalah urat nadi kehidupan alami yang bermuara ke Sungai Selindung.

Menyusuri Sungai Kerabut di sore hari menyuguhkan pengalaman yang menghanyutkan.

Di kanan dan kiri, vegetasi alami bakau merah tumbuh dengan kokoh, menjadi benteng hijau yang menjaga ekosistem tetap lestari sekaligus memanjakan mata dengan kesegaran visualnya.

Favorit Pemburu Udang Galah

Di balik ketenangannya, Sungai Kerabut menyimpan kekayaan bawah air yang luar biasa.

Berbagai jenis ikan dan udang berkembang biak dengan subur di balik akar-akar bakau.

Tak heran jika sungai ini menjadi magnet kuat bagi para pencinta joran dan kail.

Salah satunya adalah Randi, seorang pemancing asal Desa Kace, Kabupaten Bangka.

Bagi Randi, menghabiskan waktu sore di Sungai Kerabut adalah cara terbaik untuk menyalurkan hobi sekaligus melepas penat.

​”Suasananya di sini sangat menyenangkan kalau sore. Tenang dan ikannya masih banyak,” ujar Randi sembari mengawasi ujung jorannya yang mulai melengkung.

​Sore itu, keberuntungan sedang berpihak padanya.

Sebuah tarikan kuat di ujung senar menjadi bukti kegagahan petarung bawah air Sungai Kerabut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses