“Daerah memiliki potensi besar untuk tumbuh melalui sektor pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, hingga investasi hijau. Pemuda Katolik harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” ungkap Gusma, Rabu (13/5/2026).
Ia menegaskan, setelah mengikuti KKL I, para kader diharapkan tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi mampu terlibat langsung dalam promosi potensi ekonomi daerah, termasuk memperkuat sektor pariwisata lokal, mendorong produk UMKM, serta membangun inovasi berbasis green economy di daerah masing-masing serta membuka peluang kolaborasi dengan program strategis pemerintah seperti KDMP/KNMP.
Gusma menambahkan KKL I ini menggunakan metode andragogi atau pembelajaran orang dewasa melalui diskusi kelompok, simulasi, studi kasus, pemetaan sosial-politik, roleplay, hingga penyusunan rencana tindak lanjut berbasis pribadi, kelompok, dan angkatan.
Kegiatan kursus kepemimpinan ini akan dihadiri para tokoh serta narasumber nasional seperti Mgr. Adrianus Sunarko, OFM; Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma’ruf, Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, Anggota DPR RI Dapil Bangka Belitung, Rudianto Tjen, Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya; Kapolda Babel, Irjen Pol. Dr. Viktor Theodorus Sihombing; Stanislaus Riyanta; Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng; Sekretaris Eksekutif Kerawam KWI Romo Hans Jeharut, Romo J. Hariyanto, Kikin Tarigan, dan Media Insight Analyst Indicator Indonesia.
Agenda ini juga akan dirangkaikan dengan penandatanganan MoU antara Pemuda Katolik dan Bawaslu RI sebagai bentuk penguatan kolaborasi strategis dalam pembangunan demokrasi dan kepemimpinan publik. (*)













