JURNALINDONESIA.CO – Dinas Perhubungan Kota Pangkalpinang mulai mengevaluasi para juru parkir (jukir) yang bertugas di kawasan Pasar Pagi setelah muncul keluhan terkait kemacetan yang sering terjadi di area tersebut, terutama di jalur masuk dekat turunan Museum Timah.
Sebagai bagian dari evaluasi, seluruh jukir yang bertugas di kawasan Pasar Pagi dipanggil untuk mendapatkan pembinaan sekaligus penegasan mengenai aturan penataan parkir di lapangan.
Kepala UPTD Pengelola Prasarana Teknis Perhubungan Dishub Kota Pangkalpinang, Welly A Riduan menyampaikan pihaknya masih menemukan kendaraan yang parkir melewati batas marka yang telah ditetapkan sehingga menghambat arus lalu lintas.
“Dari hasil pemantauan kami di lapangan, titik yang paling sering menimbulkan kemacetan berada di pintu masuk Pasar Pagi, terutama di area dekat turunan museum Timah. Penyebabnya karena ada kendaraan yang parkir melewati garis batas,” kata Welly, kepada jurnalindonesia.co Kamis (14/5/2026).
Ia menuturkan, sebanyak delapan juru parkir mengikuti evaluasi tersebut.
Dalam kegiatan itu, mereka diminta lebih disiplin dalam mengatur kendaraan dan memastikan parkir berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
Welly menjelaskan, keberadaan juru parkir sangat penting dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di kawasan perdagangan yang setiap hari dipenuhi pengunjung.













