JURNALINDONESIA.CO – Pagi itu, mentari baru saja menyapa aspal Jalan Fatmawati yang membentang ke arah Kampak, Kota Pangkalpinang, Minggu (10/5/2026).
Namun, pemandangan segar yang diharapkan justru berganti dengan aroma tak sedap dan tumpukan kantong plastik yang berserakan di bahu jalan.
Fenomena ini seolah menjadi kerikil dalam sepatu di tengah gencar-gencarnya upaya Pemerintah Kota Pangkalpinang memoles wajah kota.
Padahal, sosok Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin Masyarif, rajin mengajak warganya untuk bergotong-royong.
“Sampah bisa-bisanya dibuang di pinggir jalan, kalau seperti ini, sama saja tidak mendukung upaya bersih-bersih yang sering disampaikan wali kota,” ujar seorang warga.
Kondisi serupa juga terlihat di pertigaan Jalan Len Listrik, Gabek tak jauh dari Pasar Kerabut Pangkalpinang.
Sampah juga berserakan dan meluber ke bahu jalan meski ada spanduk larangan membuang sampah di tempat itu.
Antara Seruan dan Kenyataan
Meski aksi gotong royong rutin digelar setiap pekan di berbagai sudut kota, wilayah sepanjang jalur Fatmawati arah Kampak tampaknya masih menjadi “titik buta” kesadaran warga.













