JURNALINDONESIA.CO – Kondisi aktivis di Bangka Selatan, M Rosidi cukup memprihatinkan usai mengalami penyiraman air keras, Selasa (17/2/2026) malam silam.
Dia harus menjalani operasi besar di RSBT Pangkalpinang, akibat luka bakar yang mencapai 40 persen, Kamis (9/4/2026).
Menyikapi peristiwa yang menimpa Rosidi, Ketua DPD II Partai Golkar Bangka Selatan Rina Tarol menyampaikan simpatinya.
Anggota DPRD Babel itu, juga mengecam tindakan teror terhadap aktivis Rosidi.
“Kami mengecam segala bentuk teror terhadap aktivis maupun warga sipil,” tegas Anggota Fraksi Partai Golkar Babel itu, Jumat (10/4/2026).
Rosidi yang kerap bersuara soal lingkungan terutama pertambangan timah, disiram dua pria berboncengan motor di Jenderal Sudirman Toboali, Kabupaten Bangka Selatan.
Saat itu, dia berada di dalam mobil Suzuki Ertiga, tepat di Simpang Lampu Merah Ampera.
Tiba-tiba, datang dua pria mengendarai motor matik menyiram cairan yang diduga air keras ke arah tubuhnya.
Rina Tarol menyebutkan, kasus penyiraman air keras ini adalah kejahatan serius dan tidak berkemanusiaan.
“Pelaku harus segera diungkap, diproses secara adil dan segala bentuk kekerasan serta intimidasi harus dihentikan agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.













