JURNALINDONESIA.CO – Tradisi Ceng Beng menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Tionghoa di Kota Pangkalpinang, Bangka Belitung.
Ritual tahunan yang sarat makna penghormatan kepada leluhur ini terpusat di Pemakaman Sentosa Semabung, yang setiap tahunnya dipadati peziarah dari berbagai daerah bahkan dunia.
Pemakaman Sentosa yang dibuka sejak tahun 1935 ini memiliki luas sekitar 19 hektare dan menampung lebih dari 14 ribu makam.
Saat ini, area pemakaman tersebut sudah penuh.
Namun, pengelola telah menyiapkan perluasan di kawasan Sentosa 2 yang berada di Kampung Jeruk, Bangka Tengah.
Di kompleks ini juga terdapat makam tertua tahun 1915, dipercaya sebagai makam pemilik awal lahan yang kini menjadi Pemakaman Sentosa.
Kepala Yayasan Sentosa, Johan Riduan Hasan menjelaskan Ceng Beng merupakan tradisi paling sakral bagi masyarakat Tionghoa.
Dalam kepercayaan Tionghoa, setiap orang memiliki dua tugas selama hidup, dan satu tugas setelah meninggal dunia, yakni menjaga anak cucu yang ditinggalkan.













