Mengetahui kondisi keponakannya, bibi korban bersama keluarganya melapor ke Polres Bangka Tengah.
“Kami bersama keluarga langsung melaporkan tersangka W ke Polres Bangka tengah, dan kabar yang kami dapat pelaku sempat lari namun telah ditangkap beberapa hari yang lalu,” ucapnya.
Mirisnya, keluarga pelaku W mendesak agar laporan di polisi dicabut.
“Keluarga tersangka beberapa kali datangi kami tanpa ada rasa bersalah dan minta maaf agar kami mencabut laporan kami. Kami merasa terintimidasi, apa lagi ada keluarga pelaku oknum berpangkat secara kasar memaksa saya dan keluarga saya mencabut laporanya,” ujar bibi korban sambil menahan air mata.
“Saya selaku bibi korban meminta agar keluarga korban berhenti mengintimidasi saya dan keluarga saya, kami masih baik tidak mau mengungkapkan siapa saja yang mengintimidasi saya dan keluarga saya, jangan paksa kami turut melaporkan intimidasi tersebut kepada pihak berwajib,” katanya.
Keluarga korban sangat berharap pihak kepolisian yaitu Polres Bangka Tengah dapat memproses hukum secara profesional.
“Kami harap polisi dapat bekerja secara profesional, mengingat itimidasi yang kami terima dan siapa saja yang mengintimidasi kami cukup berpengaruh,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi kebagian kehumasan di group WA media dan Polres Bangka Tengah terkait progres kasus tersebut, admin hanya membalas “siap belum ada perintah dari atas bang”. (*)













