banner 728x90

Prabowo Akan Tambah Utang Baru Rp781,8 Miliar pada 2026, Tertinggi Kedua Sepanjang Sejarah

Presiden Prabowo hadir di acara Kongres PSI di Solo, Minggu (20/7/2025). Foto: Capture YouTube PSI
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Indonesia berencana akan berutang lagi pada 2026 nanti.

Jumlahnya disebut-sebut tertinggi kedua sepanjang sejarah.

banner 325x300

Sementara, utang jatuh tempo Indonesia pada 2025 mencapai Rp 800,33 triliun.

Pemerintahan Presiden Prabowo berencana menarik utang baru senilai Rp 781,8 triliun pada tahun 2026.

Tambahan utang baru ini akan semakin mempersempit ruang fiskal pemerintah pada tahun-tahun mendatang.

Dalam Buku II Nota Keuangan beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2026, target pembiayaan dari utang pemerintah ditetapkan Rp 781,9 triliun.

Bila dirinci lebih lanjut, tambahan utang pemerintah tersebut meliputi Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 749,2 triliun dan pinjaman senilai Rp 32,7 triliun.

Sementara pada 2025, target penarikan utang melalui SBN adalah Rp 585,1 triliun.

Adapun pinjaman senilai Rp 130,4 triliun.

Pembiayaan utang yang mencapai Rp 749,2 triliun dilakukan pemerintah sebagai upaya menutup defisit APBN 2026 yang ditargetkan sebesar 2,48 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Bila menilik ke belakang, jumlah tambahan utang pemerintah pada RAPBN 2026 ini adalah yang tertinggi kedua sepanjang sejarah Indonesia.

Penarikan utang tertinggi pemerintah Indonesia terjadi pada 2021 atau saat pandemi Covid-19.

Saat itu, pemerintah Indonesia menambah utang sebesar Rp 870,5 triliun.

“Pada 2021, rasio utang sempat mencapai 40,7 persen sebagai dampak program pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi Covid-19.

Namun kembali turun di bawah 40 persen pada akhir 2024 yang mencapai sebesar 39,8 persen,” dikutip dari Buku II Nota Keuangan RAPBN 2026.

Adapun, utang jatuh tempo Indonesia pada 2025 mencapai Rp 800,33 triliun.

Angka ini terdiri dari sebesar Rp 705,5 triliun berupa SBN dan Rp 94,83 triliun berupa pinjaman.

Sumber artikel: Kompas.com

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses