JURNALINDONESIA.CO – Tiga orang tewas akibat serangan militer Israel ke Gereja Keluarga Kudus, sebuah Gereja Katolik di Gaza, Palestina, beberapa waktu lalu.
Korban adalah wanita termasuk melukai pastor paroki.
Para korban adalah Saad Issa Kostandi Salameh (60), penjaga gereja; Foumia Issa Latif Ayyad (84); dan Najwa Abu Daoud (69).
Saad Salameh diserang tank Israel ketika bekerja sebagai petugas kebersihan di halaman gereja.
Fumayya Ayyad, menjalani perawatan psikososial oleh lembaga kemanusiaan Caritas, terkena ledakan saat duduk di tenda.
Najwa Abu Daoud duduk di dekat Fumayya ketika pecahan peluru dan puing-puing dari ledakan menghantam mereka.
Korban sempat dilae Rumah Sakit Al-Mamadani, namun meninggal dunia akibat luka serius dan minimnya fasilitas medis yang tersedia.
Gaza tengah mengalami kekurangan pasokan medis, termasuk darah dan obat-obatan esensial, akibat blokade dan serangan terus-menerus.
Pastor Gabriel Romanelli, yang juga mengalami luka dalam serangan tersebut, sebelumnya telah memperingatkan umatnya untuk tetap tinggal di kamar masing-masing.
Menurut Pastor Gabriel, jika tidak ada peringatan tersebut, jumlah korban bisa mencapai 50 hingga 60 orang, dan gereja bisa menjadi lokasi pembantaian massal.












