JURNALINDONESIA.CO – Ayatollah Ali Khamenei lahir pada 19 Juli 1939 dari keluarga ulama, terutama pada garis ibu.
Ibu Khamenei adalah anak Ayatollah Sayyid Hashem Najafabadi Mirdamadi.
Khamenei juga merupakan keturunan bangsawan.
Ayahnya bernama Sayyid Hussein Khamenei, putra Sayyid Mohammad Husseini Tafreshi.
Pemimpin tertinggi Iran ini disebut memiliki garis keturunan langsung dengan Rasulullah SAW.
Nasab Khamenei tersambung ke Rasulullah SAW ditelusuri melalui cucu nabi, Imam Husain, kemudian Imam Zainul Abidin.
Bahkan, Khamenei mempertahankan gelar Sayyid.
Ini adalah gelar yang diberikan kepada mereka yang dipercaya sebagai keturunan Rasulullah SAW.
Di Indonesia, mereka yang ahlul bait dikenal sebagai habib.
Laporan Shiite News menyebutkan bahwa Khamenei adalah cucu ke-38 Nabi Muhammad SAW.
Garis keturunan Khamenei bersumber dari leluhur mulia, mulai dari kakek pihak ayah, Sayyid Hussein Khamenei, hingga kakek dari pihak ibu, Sayyid Hashem Najafabadi Mirdamadi.
Khamenei menempuh pendidikan agama di Masyhad, Najaf, dan Qom.
Sejak muda, ia terlibat dalam aktivitas keagamaan dan politik yang menentang pemerintahan Dinasti Pahlavi.













