banner 728x90

Hasan dan Martin Saling Tuduh, Pelaku Pembunuhan Aditya Warman Jual Mobil Terios Korban Rp80 Juta

banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Hasan Basri (33) dan Martin (34) saling tuduh, terkait kematian Direktur Utama Okeyboz.com, media online di Bangka Belitung.

Hasan menuduh Martin ikut memukul Aditya Warman di pondok kebun, sebelum dia mengeksekusi korban hingga tewas.

banner 325x300

Hasan memukul kepala bagian belakang Aditya Warman menggunakan balok kayu, hingga korban tersungkur tak berdaya.

Setelah memastikan korban tewas, Hasan menyeret tubuh Aditya dari dalam pondok dan membuangnya ke sumur.

Kemudian Hasan dan Martin membawa kabur mobil korban Daihatsu Terios, untuk menyeberang ke Sumsel dari Pelabuhan Mentok, Bangka Barat ke Pelabuhan Tanjung Api-api, Sumsel, Kamis (7/8/2025) malam.

Pembunuhan dilakukan pada Kamis siang di pondok korban, kawasan Taman Dealova, Kota Pangkalpinang.

Martin kepada polisi membantah ikut membunuh korban. Dia mengaku hanya ikut Hasan membawa mobil ke Sumsel.

Hal itu diungkap Direktur Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M Rivai Arvan saat jumpa pers di Polda Babel, Rabu (13/8/2025).

“Pelaku memukul korban menggunakan balok kayu, untuk menguasai harta korban,” kata Kombes Rivai.

Hasan akan menjual mobil Terios korban seharga Rp80 juta, oleh seorang pemesan di Pampangan, Ogan Komering Ilir, Sumsel.

Dari transaksi itu, Hasan sudah menerima uang muka Rp1,3 juta.

Namun, belum sempat menjual mobil korban, Martin terlebih dulu ditangkap polisi dan Hasan kabur selama beberapa hari.

Hasan melakukan perampasan mobil lantaran terjerat judi online dan butuh uang mendesak.

Spekulasi

Kematian Direktur Utama Okeyboz.com, Aditya Warman, Kamis (8/8/2025) lalu menimbulkan beragam spekulasi.

Aditya yang sebelumnya ditulis sebagai Pemred Okeyboz.com, dihabisi oleh Hasan Basri (33), tukang kebun korban.

Beredar informasi awal, pelaku membunuh korban karena merampas harta benda yakni mobil Terios.

Namun, muncul dugaan lain, penyebab Hasan warga Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan itu, nekat menghabisi nyawa Aditya.

Karena selama dua bulan ini, hubungan Aditya dengan Hasan cukup baik.

Setelah Hasan Basri ditangkap tim gabungan Jatanras Polda Babel dan Polda Sumsel, Senin (11/8/2025) siang, muncul kecurigaan ada aktor di baliknya.

Seperti diketahui, Hasan ditangkap di sebuah rumah makan di Kecamatan Kalidoni, Kota Palembang.

Kepada wartawan, Pemimpin Redaksi Okeyboz.com, Dodi Hendriyanto, menyampaikan apresiasi kepada Polda Babel dan Polda Sumsel yang dengan cepat menangkap pelaku.

Dikatakan Dodi, sebelum korban meninggal, Aditya sempat didatangi orang tak dikenal yang mengaku penambang timah.

“Almarhum bilang orang-orang itu rapi dan tegap, tidak seperti penambang biasa,” kata Dodi, Selasa (12/8/2025).

Dodi menyebutkan adanya laporan warga soal orang yang mondar-mandir mengawasi rumah korban beberapa hari sebelum kejadian.

Dodi menduga pelarian Hasan menggunakan mobil korban bukan hanya sekadar aksi spontan.

“Kalau tidak dibantu seseorang, tidak mungkin semulus itu. Hasan bukan orang yang paham jalur pelarian,” ujarnya.

Senada diungkapkan pendiri Okeyboz.com, Ichsan Mokoginta Dasin, menduga pembunuhan ini tak hanya bermotif perampokan.

Ia mengaitkannya dengan sejumlah pemberitaan besar yang diangkat korban terkait pertambangan.

“Naluri saya mengatakan ini bukan kriminal biasa. Hasan bisa saja hanya perpanjangan tangan,” ujarnya.

Ichsan juga pernah menjadi korban kekerasan dan disiram air keras pada 2023.

Dia menegaskan, meski berisiko, wartawan tak boleh berhenti menyuarakan kebenaran.

Diberitakan sebelumnya, Hasan Basri ditangkap Saat sedang santai di sebuah warung makan di wilayah hukum Polsek Kalidoni, Palembang, Senin (11/8/2025) siang.

Dia terkejut bukan kepalang lantaran polisi mengendus keberadaannya.

Padahal, dikabarkan sebelumnya, Hasan sempat menyetop truk ke arah Lampung dar OKI, Sumsel.

Ketika ditangkap unit Jatanras Polda Babel dibantu Polda Sumsel dan Polres OKI, Hasan tak berkutik.

Dia tak melakukan perlawanan sedikit pun ketika tangannya diborgol.

Empat hari menjadi buruan polisi, membuat hidup Hasan tak tenang.

Sejak lolos dari sergapan polisi di OKI, dia terus bergerak untuk menyelamatkan diri.

Namun, polisi tak mau kehilangan buruannya.

Hasan adalah diduga pembunuh sadis di Kota Pangkalpinang yang kabur ke Sumsel.

Dia merupakan warga dari Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

Direktur Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M Rivai Arvan kepada wartawan mengungkapkan kronologi Hasan ditangkap di Palembang.

Disebutkan Hasan Basri tidak menyangka bakal ditangkap di Palembang.

“Penangkapan itu mendadak dan begitu cepat. Dua yang kita amankan dan nanti rekonstruksi untuk mengetahui detailnya,” kata Kombes Rivai, Selasa (12/8/2025). (*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses