JURNALINDONESIA.CO – Anggota DPR RI Ahmad Sahroni jadi sasaran kemarahan publik.
Buntut ucapannya soal masyarakat yang minta DPR dibubarkan dan dibalas dengan pernyataan merendahkan, membuat publik marah.
Sahroni menyebut, yang meminta DPR dibubarkan adalah tertolol di dunia.
Lalu muncul aksi demo di DPR, protes terhadap DPR RI.
Di tengah aksi demo itu, ada insiden pengemudi ojol Affan Kurniawan (21), tewas dilindas mobil Brimob.
Hal inilah membuat aksi demo semakin meluas dan ricuh.
Aktivis sekaligus pendiri Malaka Project, Ferry Irwandi memaki dan menyudutkan Ahmad Sahroni.
Sejak awal, Ferry Irwandi memang aktivis politik dan kerap buka suara terkait kondisi Indonesia.
Kejadian nahas yang menewaskan Affan Kurniawan makin membuat Ferry Irwandi geram.
Secara terang-terangan content creator berusia 33 tahun tersebut memaki Anggota DPR, khususnya Ahmad Sahroni.
Ahmad Sahroni menjadi sasaran empuk lantaran ucapannya ke publik yang menyebut demonstran tol*l hingga kata brengsek memicu amarah massa.
Ahmad Sahroni, saat itu menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI, memberikan pernyataan pada 22 Agustus 2025, saat kunjungan kerja di Polda Sumatra Utara.
“Mental manusia yang begitu adalah mental manusia tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR, itu adalah orang tolol sedunia.
Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita,” kata dia, dikutip dari Kompas.com.
Pada 26 Agustus 2025, Ahmad Sahroni langsung memberi klarifikasi terkait kata tolol yang dia lontarkan.
“Kan gue tidak menyampaikan bahwa masyarakat yang mengatakan bubarkan DPR itu tolol, kan enggak ada.
Tapi untuk spesifik yang gue sampaikan bahwa bahasa tolol itu bukan pada obyek, yang misalnya ‘itu masyarakat yang mengatakan bubar DPR adalah tolol’. Enggak ada itu bahasa gue,” ungkapnya.
Selain kata itu, Ahmad Sahroni juga menyebut demonstran yang masih di bawah umur bersikap brengsek.
“Saya dukung Polda Metro menangkap mereka-mereka yang anarkis, sekalipun di bawah umur. Itu bayangin, di bawah umur aja begitu brengseknya bersikap. Ini enggak bisa dibiarkan.
Saya dukung Kapolda Metro dan jajaran menangkap mereka-mereka yang anarkis.” ungkap Ahmad Sahroni.
Pernyataan tersebut disorot oleh Ferry Irwandi karena massa yang turun sejatinya bertujuan mengkritik DPR yang mendapat tunjangan mencapai ratusan juta.
Ferry Irwandi pun memaki balik Ahmad Sahroni dengan sebutan brengsek.













