JURNALINDONESIA.CO – Beberapa kali Maulan Aklil atau Molen menahan bulir air mata yang hendak jatuh dari pelupuk matanya.
Dia sedih manakala mengingat perjuangannya menjalani hidup, menempuh kuliah, menikah, dan ditakdirkan menjadi Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023.
Molen tak pernah berpikir bakal menjadi orang nomor satu di Pangkalpinang.
Dia sama seperti orang lain, diberi kesempatan kuliah dan ikut tes CPNS.
Molen lulus CPNS berbekal ijazah SMA, karena saat ikut tes dia belum lulus di Fisipol Unsri Palembang.
Lantaran menjadi pegawai di Kabupaten OKI, Sumatera Selatan itulah, membawa Molen tinggal di sana.
Dia menikah dengan perempuan OKI, namun sang istri tercinta meninggal dunia.
Istrinya meninggal tak lama melahirkan anak keempat mereka.
Molen dikaruniai empat orang anak dengan istri pertama.
Lalu, beberapa tahun kemudian, Molen menikah lagi dan dikaruniai satu anak.
“Takdir ini siapa yang bisa menebaknya. Saya tinggal di Sumsel, bekerja di Palembang, karena sudah takdir hidup saya. Tapi kalau dibilang saya orang mana, asal saya Pangkalpinang, kedua orang tua asli Pangkalpinang,” kata Molen.
Meski dia tak peduli soal asal daerah, namun Molen sedih ketika difitnah dirinya orang Palembang dan sengaja membawa sanak saudara untuk menjadi honorer di Pangkalpinang.
Dia mengungkapkan, masih banyak pembangunan di Pangkalpinang yang harus diteruskan.
Baginya, Kota Pangkalpinang adalah tempat pengabdian, tanah asal kedua orang tuanya.
Molen adalah anak bungsu dari lima bersaudara kelahiran Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Molen dilahirkan di Rumah Sakit DKT Pangkalpinang, yang kini letaknya disebut Simpang 7.
Putra pasangan H Zulkifli Ardin dan Hj Darlina ini, lahir pada tanggal 4 Maret 1976.
Ayahnya berasal dari Kampung Melintang, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang dan ibu warga Bukit Merapin, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang.
Masa kecil Molen dihabiskan di Kota Pangkalpinang dan Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Molen sekolah SD sampai SMA di Sungailiat, karena ikut orang tua bekerja di sana.
Dia mengungkapkan hidupnya sama seperti anak-anak pada umumnya di Pulau Bangka.
Molen mengaku pernah merasakan jualan es saat SD.
Bahkan saat itu, Molen mampu mengikat plastik es sebelum dimasukkan ke kulkas.
Selama sekolah hingga SMA, Molen tidak memiliki cita-cita menjadi pejabat atau wali kota.
Selepas SMA, tahun 1993, Molen sempat kuliah di Kota Yogyakarta selama satu tahun.
Namun pada tahun berikutnya, 1994, Molen lulus UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri) di Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.
“Dulu kan asak kuliah, men dak Bandung atau Jogja. Jadi sempet kuliah lah di Jogja,” ujarnya.
Lantaran takdir menetapkan dirinya kuliah di Unsri itulah, Molen berkesempatan ikut tes CPNS tahun 1999 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menggunakan ijazah SMA.
“Ku kan agik kuliah waktu tu, semester akhir lah, jadi pakai ijazah SMA. Alhamdulillah, lulus PNS. Nah, untung ade regulasi zaman Presiden Gus Dur, waktu lulus kuliah, ade penyerataan ijazah. Jadi golongan naik jadi IIIA,” ujar Molen menceritakan pengalamannya bisa bekerja di pemda di Sumatera Selatan.
Lalu, karier Molen terus moncer sebagai abdi negara di OKI.
Dari Pemkab OKI, pada 2013-2018, Molen dipilih Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat itu, untuk menjabat Kepala Badan Perpustakaan Daerah Sumatera Selatan.
Di pertengahan masa jabatan, Molen diberi amanah sebagai Penjabat Bupati Ogan Komering Ulu periode 2015–2016.
Lalu, pada 15 November 2018, Molen dilantik sebagai Wali Kota Pangkalpinang berpasangan dengan M Sopian.
Biodata
Nama Lengkap: Dr H Maulan Aklil, SIp MSi
Tempat dan Tanggal Lahir: Pangkalpinang, 4 Maret 1976
Alamat: Selindung Baru, Kota Pangkalpinang
Agama: Islam
Istri: Monica Haprinda
Anak:
– Immoto Qonita Naflah Maulana
– Mohammad Bek Zubair Maulana
– Mohammad Djalinoe Maulana
– Oku Maulidina Maulana
– Pegeka Aretha Ghaniya Maulana
Riwayat Pendidikan:
– SD Negeri 15 Parit Padang, Sungailiat, Bangka (1982-1988)
– SMP Negeri 2 Sungailiat, Bangka (1988-1991)
– SMA Negeri 1 Sungailiat, Bangka( 1991-1993)
– S1 FISIP Universitas Sriwijaya (1994-1999)
– S2 Ekonomi Universitas Sriwijaya (2003-2005)
– S3 Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (2021)
Riwayat Organisasi:
– Ketua Bidang Organisasi ICMI (Ikatan Cendikiawan Muslim) Kabupaten Ogan Komering Ilir 2010
– Ketua PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) Kabupaten Ogan Komering Ilir 2010
– Ketua PDBI (Persatuan Drum Band Indonesia) Sumatera Selatan 2010-2018
Riwayat Pekerjaan:
– Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Ogan Komering Ilir 1999-2013
– Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan 2013-2014
– Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumatera Selatan 2015
– Pj. Bupati Ogan Komering Ulu 2015
– Kepala Badan Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan 2016-2017
– Walikota Pangkalpinang 2018 – 2023
Pendidikan dan Pelatihan:
Library Management di Belanda, Belgia dan Prancis Tahun 2014 (Informal)
Publikasi:
Jurnal Effect Of OCB & QWL Motivation to Work & Implication in the Performance Of Employees 2015
Nilai-nilai sikap terhadap perubahan dan kepemimpinan Pejabat Eksekutif di Sumatera Bagian Selatan 2017
Penghargaan:
Kepala Daerah yang dekat dengan Masyarakat dari Gramedia Kompas Award 2015 (*)