“Kalau untuk daya beli sendiri, akhir-akhir ini memang ada penurunan. Penyebab utamanya ya faktor kondisi ekonomi saat ini,” ujarnya.
Kondisi tersebut turut dirasakan masyarakat yang membeli ayam untuk kebutuhan usaha.
Salah satunya Siti, pembeli yang sehari-hari menggunakan daging ayam sebagai salah satu bahan untuk usaha tempat makan miliknya.
Siti mengatakan harga ayam yang masih cukup tinggi membuat biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan bahan baku ikut bertambah.
Kondisi ini membuatnya harus kembali menghitung biaya produksi agar usaha tetap berjalan.
“Kalau harga ayam naik, pasti terasa juga ke usaha. Mau tidak mau harus menyesuaikan, karena biaya bahan baku ikut naik,” ujar Siti.
Ia mengaku kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu pertimbangan untuk menyesuaikan harga makanan yang dijual.
Namun, penyesuaian tersebut tidak bisa dilakukan terlalu tinggi karena masih harus mempertimbangkan kemampuan pelanggan.
“Kalau terus naik, mungkin harga makanan juga harus dinaikkan sedikit. Tapi tetap melihat kondisi pembeli, jangan sampai harga terlalu tinggi dan pelanggan malah berkurang,” katanya.
Siti berharap harga bahan pangan, khususnya ayam, dapat kembali stabil sehingga pelaku usaha makanan bisa lebih mudah menentukan harga jual tanpa terlalu membebani konsumen.













