Menurut Rehan, secanggih apapun program kebersihan yang dibuat pemerintah, atau sesering apapun aksi gotong royong digelar setiap pekannya, semuanya akan sia-sia jika mentalitas masyarakatnya belum berubah.
“Kesadaran warga kita ini memang jujur saja masih sangat rendah. Padahal sungai itu vital sekali fungsinya untuk mengalirkan air, apalagi kalau musim hujan. Kebersihannya harus dijaga bersama, bukan malah dijadikan tempat sampah berjalan,” keluh Rehan dengan nada kecewa.
PR BesarĀ
Bukan rahasia lagi, sampah yang berserakan di berbagai sudut kota dan aliran sungai di Pangkalpinang ibarat bom waktu.
Jika terus dibiarkan, dampaknya bukan lagi sekadar merusak pemandangan mata atau menimbulkan bau tak sedap, melainkan ancaman banjir yang siap mengepung pemukiman saat intensitas hujan tinggi.
Gotong royong yang rutin digelar pemerintah kota patut diacungi jempol.
Namun, mengandalkan aksi bersih-bersih seminggu sekali jelas tidak akan cukup untuk menyapu bersih ego sebagian warga yang masih gemar melempar sampah sembarangan dari atas motor atau jembatan. (*)













