JURNALINDONESIA.CO – Proyek strategis hilirisasi Logam Tanah Jarang (LTJ) di Bangka Belitung (Babel) bersiap memasuki babak baru.
Pemerintah akan melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) fasilitas riset dan produksi mineral kritis ini pada Rabu, 20 Mei 2026 mendatang.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) sekaligus Kepala Badan Industri Mineral (BIM), Brian Yuliarto.
Ia menegaskan bahwa proyek kolaborasi antara PT Timah Tbk (TINS) dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
“Persiapan terus dikebut oleh Perminas dan PT Timah. Kita kejar untuk groundbreaking tanggal 20 (Mei) minggu depan. Yang jelas, tahun ini pembangunan pasti dimulai,” ujar Brian di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026) dilansir dari investortrust, Sabtu (16/5/2026).
Tanjung Ular Jadi Pusat Produksi
Proyek LTJ yang akan memulai konstruksi ini berlokasi di Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung.
Sementara itu, untuk potensi LTJ di wilayah lain seperti Mamuju, Sulawesi Barat, Brian menjelaskan bahwa pemerintah masih mematangkan persiapan tahap awal.
“Untuk Mamuju, kita akan bangun pilot plant (pabrik percontohan) dulu jika semua akomodasi dan persiapannya sudah siap,” tambahnya.
Pembagian Peran: PT Timah Suplai Bahan Baku, Perminas Olah Produk Turunan
Kerja sama kakap antara PT Timah dan Perminas ini terhitung progresif karena baru dijajaki selama dua bulan terakhir.
Dalam kemitraan ini, pembagian kerja kedua BUMN dilakukan secara strategis:













