banner 728x90

18 SPPG Beroperasi di Pangkalpinang, Kendala Bahan Baku dan 19 Sekolah Menolak MBG

Avatar
Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini saat menyampaikan perkembangan SPPG, Kamis (16/4/2026). Foto: JI/Mita
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Bangka Belitung, Nyayu Kurnia Ramadhini memaparkan perkembangan program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk capaian, cakupan, serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pangkalpinang, Kamis (16/4/2026).

Nyayu menyampaikan saat ini terdapat 18 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di Kota Pangkalpinang.

“Saat ini ada 18 SPPG yang sudah berjalan, tersebar di tujuh kecamatan, dan satu lagi sedang dalam tahap persiapan operasional di Kecamatan Gerunggang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SPPG tersebut tersebar di Kecamatan Bukit Intan, Rangkui, Gerunggang, Taman Sari, Girimaya, Gabek, dan Pangkalbalam, sedangkan dari sisi penerima manfaat, program ini telah menjangkau puluhan ribu masyarakat.

“Total penerima manfaat yang sudah terlayani kurang lebih 43.388 orang, yang terdiri dari siswa, tenaga pendidik, dan non-tenaga pendidik,” jelasnya.

Namun demikian, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama pada aspek bahan baku.

“Kita masih mengalami keterbatasan ketersediaan susu UHT karena tingginya permintaan dari pusat. Selain itu, variasi dan kualitas buah juga masih kurang baik, serta harga bahan dari supplier yang melebihi HET,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses