JURNALINDONESIA.CO – Pamflet atau selebaran bernada kampanye hitam bertebaran di sejumlah ruas jalan di Kota Pangkalpinang, Selasa (26/8/2025).
Penyebaran itu dilakukan H-1 hari pencoblosan Pilkada Ulang Pangkalpinang, tanggal 27 Agustus 2025.
Kertas berukuran 10×21 Cm itu berisi narasi negatif terhadap salah satu peserta Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025.
Tak hanya itu, narasi di dua sisi selebaran juga menampilkan berita-berita lama, yang berisi tentang istri salah satu calon.
Pihak yang jadi sasaran tersebut adalah Maulan Aklil (Molen).
Karena di dalam selebaran itu berisi narasi yang mengajak masyarakat jangan memilih Molen.
Selebaran itu diduga sengaja dihambur-hamburkan di sejumlah ruas jalan Kota Pangkalpinang.
Tampak di depan Pasar Bes Selindung Baru, Pangkalpinang, selebaran tersebut berserakan di tempat parkir.
Jumlahnya puluhan dengan kondisi sudah terinjak-injak warga yang lewat.
Di tempat tersebut, warga berlalu-lalang seperti biasa, tanpa peduli dengan selebaran di jalan.
Selebaran kampanye hitam itu, juga disebarkan dari Pasar Bes hingga ke persimpangan Pasar Kerabut, Pangkalpinang.
Salah seorang warga mengaku pukul 22.00 WIB Senin (25/8/2025), jalanan di sekitar Pasar Bes hingga Pasar Kerabut masih bersih.
“Pagi tadi tiba-tiba banyak bertebaran,” katanya.
Ada juga warga yang menduga, pelakunya mengendarai motor, menghambur-hamburkan selebaran tersebut.
Meski begitu ada warga yang menyayangkan aksi tersebut.
Selain bernada kampanye hitam, juga mengotori jalanan.
“Kalau seperti ini sudah nggak beres lagi, percuma saja main kasar. Masyarakat kita tidak mudah terpancing,” ungkapnya. (*)