JURNALINDONESIA.CO – Mayoritas warga Pangkalpinang telah menetapkan pilihannya saat mencoblos pada tanggal 27 Agustus 2025 nanti.
Sebanyak 75,14 persen telah menentukan calon wali kota dan wakil wali kota pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Ulang Kota Pangkalpinang 2025.
Hal itu terungkap dari hasil survei terbaru Elekta Research Center Universitas Pertiba (Uniper).
Hasilnya adalah sebanyak 75,14 persen responden menyatakan sudah yakin, dengan pasangan calon (paslon) yang akan dipilihnya, sementara hanya 24,86 persen masih ragu-ragu.
Direktur Elekta Research Center Uniper, Dr Divo Dharma Silalahi menyampaikan hasil survei itu, Kamis (21/8/2025).
Menurutnya, hasil survei ini menunjukkan tingkat keyakinan publik yang tinggi dan semakin menguatkan legitimasi Pilkada Ulang Pangkalpinang.
Elekta Research Center Uniper telah menggelar survei yang dilakukan pada 16–20 Agustus 2025, dengan melibatkan 51 relawan dan 1.243 responden yang tersebar di 42 kelurahan.
“Pengambilan sampel menggunakan metode stratified multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan 95 persen serta margin of error ±3,08 persen,” jelas Divo.
Selain meningkatnya keyakinan terhadap pilihan politik, survei juga memproyeksikan partisipasi warga dalam pemilihan naik dari 85,94 persen menjadi 88,25 persen setelah penetapan nomor urut paslon.
Rata-rata elektabilitas paslon dari partai politik besar tercatat sebesar 3,15 dalam skala 1–5, lebih tinggi dibandingkan kandidat yang maju tanpa dukungan partai.
“Hal ini memperlihatkan peran penting partai, dalam mendongkrak elektabilitas kandidat,” tuturnya.
Mayoritas warga juga menilai, penyelenggaraan Pilkada Ulang oleh KPU Kota Pangkalpinang berjalan dengan baik.
Sebanyak 79,49 persen responden puas, 6,92 persen menilai kurang baik, dan 13,6 persen tidak memberikan pendapat.
Dari sisi pengetahuan politik, 83,27 persen responden sudah mengetahui pasangan calon dan nomor urutnya, sementara 16,73 persen lainnya belum.
Terkait praktik politik uang, mayoritas warga tegas menolak.
Sebanyak 62,06 persen responden tidak bersedia menerima uang untuk memilih paslon tertentu, 25,66 persen mengaku bersedia, dan 12,28 persen memilih tidak tahu.
“Ketika ditanya mengenai dugaan adanya tim sukses yang menjanjikan uang menjelang pencoblosan, 60,74 persen responden menyatakan tidak ada indikasi, 19,87 persen menyebut ada, dan 19,39 persen tidak mengetahui,” ujar Divo.
Survei juga merekam, penilaian masyarakat terhadap kampanye.
Sebanyak 74,33 persen responden menilai kuantitas dan kualitas kampanye sudah baik, 9,81 persen menilai kurang, dan 15,85 persen tidak tahu.
Divo Dharma Silalahi menegaskan, hasil survei ini menjadi sinyal positif bagi demokrasi lokal.
“Data ini mengindikasikan masyarakat semakin antusias, menggunakan hak pilihnya. Tingginya tingkat keyakinan dan partisipasi menjadi tanda bahwa Pilkada ulang, memiliki legitimasi kuat di mata publik.
Selain itu, penolakan mayoritas warga terhadap praktik politik uang menunjukkan adanya kesadaran politik yang semakin dewasa,” bebernya.
Divo yang juga Dosen Program Studi S1 Sains Data Universitas Pertiba menambahkan, Elekta Research Center akan menggelar Quick-Real Count Pilkada Ulang Kota Pangkalpinang 2025.
Acara tersebut akan berlangsung di Uniper Cafe Universitas Pertiba, pada Rabu, 27 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB.
“Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang publik yang transparan untuk memantau proses penghitungan suara secara cepat, sekaligus memperkuat komitmen kampus dalam mengawal demokrasi yang sehat dan berintegritas di Kota Pangkalpinang,” tuturnya. (*)