banner 728x90

Panwascam Girimaya Tiba-tiba Mundur, Diduga Ada Intervensi Usai Tertibkan Pelanggaran Kampanye

Pertemuan Bawaslu Pangkalpinang di Kantor Panwascam Girimaya, Kamis (21/8/2025).
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Sejumlah orang berkumpul di Kantor Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Pawascam) Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kamis (21/8/2025).

Sempat terjadi ketegangan saat sejumlah pihak beradu argumen.

banner 325x300

Penyebabnya adalah saat tim sukses (timses) pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 2, mempertanyakan soal pengunduran diri Panwascam Girimaya bersama seluruh stafnya.

Kabar ini tentunya sangat mengejutkan lantaran hari pencoblosan Pilkada Ulang Pangkalpinang, tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 27 Agustus 2025.

Pantauan di lokasi ketegangan itu saat timses menanyakan soal penyebab pengunduran diri Panwascam Girimaya, yang diduga akibat tekanan atau intervensi paslon lain.

Pasalnya, ada informasi Panwascam Girimaya menemukan dugaan kecurangan kampanya paslon lain.

Mereka sudah melaporkan temuan itu ke Bawaslu Pangkalpinang.

Namun, justru Panwascam Girimaya diduga mendapat intervensi dari Bawaslu Pangkalpinang, agar tak meneruskan temuan tersebut.

Ketua Bawaslu Pangkalpinang Imam Ghozali membantah ada intervensi terhadap Panwascam Girimaya.

Pihaknya pun belum menerima surat pengunduran diri Panwascam Girimaya dan stafnya.

“Kami mengapresiasi kerja Panwascam Girimaya, atas temuan di lapangan dan melakukan tindakan preventif,” ujarnya.

Sebelumnya, Imam dan dua komisioner Bawaslu Pangkalpinang Dian Bastari dan Bawaslu Babel Novrian menggelar rapat internal dengan Panwascam Girimaya.

Diduga rapat itu terkait persoalan mundurnya Panwascam Girimaya karena diduga ada intervensi pihak lain, saat menemukan pelanggaran kampanye salah satu paslon.

Ternyata, menurut Imam Ghozali, yang bermasalah dengan Panwascam bukan paslon melakukan relawannya.

Ketua DPC Partai Gerindra Pangkalpinang yang juga Ketua Timses Paslon 02, Bangun Jaya, merasa ada yang janggal pada sikap Bawaslu Pangkalpinang.

Menurutnya, surat pengunduran diri Panwascam Girimaya sudah beredar.

Sehingga, ujar Bangun Jaya, sangat aneh jika Bawaslu Pangkalpinang tidak tahu.

“Mundurnya serentak, tidak mungkin kalau tidak ada tekanan,” ujarnya.

Bangun Jaya menyebut Panwascam justru diminta maaf kepada salah satu paslon yang dilaporkan melanggar kampanye.

Sementara, Ketua Panwascam Girimaya, Sariman, saat itu diam seribu bahasa.

Dia justru menyebutkan, semua pernyataan hanya keluar dari Ketua Bawaslu Pangkalpinang.

Kenapa Sariman bungkam, menjadi tanda tanya publik.

“Saya tahu kamu, Man. Biasanya kamu kritis, tidak mungkin mundur begitu saja. Banyak orang ingin jadi Panwascam, menyingkirkan pelamar lain,” kata Bangun Jaya. (*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses