JURNALINDONESIA.CO – Sejumlah orang berkumpul di Kantor Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Pawascam) Girimaya, Kota Pangkalpinang, Kamis (21/8/2025).
Sempat terjadi ketegangan saat sejumlah pihak beradu argumen.
Penyebabnya adalah saat tim sukses (timses) pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 2, mempertanyakan soal pengunduran diri Panwascam Girimaya bersama seluruh stafnya.
Kabar ini tentunya sangat mengejutkan lantaran hari pencoblosan Pilkada Ulang Pangkalpinang, tinggal beberapa hari lagi, yakni tanggal 27 Agustus 2025.
Pantauan di lokasi ketegangan itu saat timses menanyakan soal penyebab pengunduran diri Panwascam Girimaya, yang diduga akibat tekanan atau intervensi paslon lain.
Pasalnya, ada informasi Panwascam Girimaya menemukan dugaan kecurangan kampanya paslon lain.
Mereka sudah melaporkan temuan itu ke Bawaslu Pangkalpinang.
Namun, justru Panwascam Girimaya diduga mendapat intervensi dari Bawaslu Pangkalpinang, agar tak meneruskan temuan tersebut.
Ketua Bawaslu Pangkalpinang Imam Ghozali membantah ada intervensi terhadap Panwascam Girimaya.
Pihaknya pun belum menerima surat pengunduran diri Panwascam Girimaya dan stafnya.
“Kami mengapresiasi kerja Panwascam Girimaya, atas temuan di lapangan dan melakukan tindakan preventif,” ujarnya.
Sebelumnya, Imam dan dua komisioner Bawaslu Pangkalpinang Dian Bastari dan Bawaslu Babel Novrian menggelar rapat internal dengan Panwascam Girimaya.














