JURNALINDONESIA.CO – Suasana tepian Sungai Rangkui di Kelurahan Pintu Air, Kota Pangkalpinang, tampak syahdu usai diguyur hujan, Senin (18/8/2025).
Kala itu, menjelang senja sejumlah orang sedang ramai berkumpul.
Tiba-tiba beberapa warga mulai mendekati seorang laki-laki bersongkok resam, yang terlihat senyum-senyum simpul.
Pria itu tak lain dan tak bukan adalah Maulan Aklil (Molen), calon Wali Kota Pangkalpinang.
Tanpa dikomando, satu persatu warga mulai dari anak-anak hingga orang tua bergantian foto bersama dengan Molen.
Pemandangan ini cukup mengagetkan Molen.
Molen menerima permintaan warga itu dengan sangat senang dan bahagia.
Bahkan, warga tak segan memeluk dan menarik-narik tangan Molen.
“Mana kenek lah pokok e, kami nek Molen,” kata seorang ibu setengah berteriak.
Saat ditanya alasan senang bertemu Molen, rata-rata mereka menjawab lantaran saat menjadi wali kota, Molen sangat akrab dengan warga.
Sehingga mereka mengenang kebaikan Molen sampai detik ini.
“Men Molen ne dari dulu lah baek, macem ne lah tingkah e,” kata Fitri.
Secara kebetulan saat itu, ada Nur (52) penjual kerupuk yang mengayuh sepedanya.
Dia berhenti lantaran ada kerumunan warga di tepi Sungai Rangkui.
Nur yang telah lama mengidolakan Molen, berhenti sebentar untuk bersalaman.
Namun, Nur yang berjualan kerupuk sejak remaja justru mendapatkan rezeki tak terduga.
Puluhan kantong kerupuknya ludes dibeli Molen dan dibagi-bagikan kepada warga.
Tangis haru Nur tak berbendung manakala dia bisa bersalaman dengan calon orang nomor satu di Pangkalpinang ini.
Molen pun memeluk Nur, sebagai tanda sayang kepada warganya.
Ketika ditanya alasan Nur ingin bertemu Molen, karena sudah lama diimpikannya.
Dia tak peduli ketika ada orang yang menghina dan menghujat Molen.
“Biarlah kami tetap ingin kek Molen,” ungkapnya seraya mengusap air matanya.
Molen selama ini dikenal sangat dekat dengan masyarakat.
Bahkan Molen memiliki pendukung fanatik yang setia sejak 2013 lalu.
Molen bukan sekadar nama calon wali kota, namun dia adalah magnet.
Kehadirannya menjadi daya tarik, tak di dunia nyata, di media sosial pun dirinya viral.
“Ada yang benci, ada yang menghujat, menghina, tidak perlu dibalas. Saya berdoa yang baik-baik, semoga kita semua sehat,” kata Molen sambil tersenyum. (*)