JURNALINDONESIA.CO – Komitmen Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen) dan Zeki Yamani pada dunia pendidikan tak main-main.
Molen-Zeki akan membangun SMP Negeri 11 di Selindung dan SMP Negeri 12 di Tuatunu.
Tak hanya SMP tapi juga dukungan pembangunan SMA Negeri 5.
Menurut Molen, kebijakan zonasi yang berlaku saat ini sering kali membuat orang tua kesulitan mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri terdekat.
“Kami ingin semua anak di Pangkalpinang punya akses sekolah yang mudah, dekat, dan gratis. Tidak ada lagi cerita orang tua kebingungan karena zonasi,” ujar Molen.
Molen-Zeki juga akan membuat progam perlengkapan dan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP setiap ajaran baru.
Rencana ini merupakan bagian dari program besar 8 Hasta Karya Harmoni, yang menjadi landasan visi-misi Molen–Zeki untuk membangun Pangkalpinang yang humanis, aman, religius, modern, inklusif, dan penuh senyuman.
Selain sektor pendidikan, pasangan ini juga memprioritaskan penciptaan 7.000 lapangan pekerjaan baru, pelayanan berobat gratis tanpa hambatan administrasi BPJS, stabilisasi harga sembako, dan penguatan kerukunan umat beragama.
“Pendidikan yang mudah diakses adalah kunci masa depan. Kami percaya, dengan sekolah yang cukup, pelayanan kesehatan yang baik, dan lapangan kerja yang memadai, Pangkalpinang akan menjadi kota yang harmonis dan membanggakan,” tegas Molen.
Terus berdoa yang terbaik
Keluasan hati seorang Molen memang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Sejak dirinya memutuskan akan maju sebagai calon wali kota, sentimen negatif terus ditujukan padanya.
Apalagi ketika dukungan masyarakat Pangkalpinang sangat tinggi untuk Molen.
Sejumlah hasil survei menunjukkan elektabilitas Molen selalu tinggi dibandingkan calon lain.
Namun Molen tak mau jumawa dan menyikapinya secara berlebihan.
Dia sadar, kesombongan akan menjatuhkan dirinya.
“Saya menyadari kondisi itu, sombong, jumawa, akhirnya kalah saat Pilkada 2024 lalu. Biarlah ini menjadi pelajaran dan pengalaman berharga,” ungkap Molen.
Mengenai ujaran kebencian dan fitnah pada dirinya, Molen hanya bisa berdoa saja.
Baginya, itu adalah ujian terhadap dirinya, di penghujung proses Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025.
“Saya mendoakan yang baik-baik saja. Kami ingin membuktikan bahwa Pangkalpinang akan jauh lebih baik lagi. Biarlah kami dihujat, semoga Allah memberikan kita semua kesehatan, kelapangan rezeki,” kata Molen. (*)