JURNALINDONESIA.CO – Wakil Bupati Garut Putri Karlina mendatangi rumah orang tua Vania (8), korban tewas insiden makan gratis di Alun-alun Pendopo Bupati Garut, Sabtu (19/7/2025).
Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (18/7/2025).
Tiga orang meninggal dunia, termasuk satu polisi yang kelelahan usai menyelamatkan warga.
Para korban adalah Vania Aprilia (8) dan Dewi Jubaedah (61), serta anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).
Putri Karlina didampingi suaminya, Maula Akbar menangis tersedu-sedu.
Dia bersimpuh di hadapan Mela Putri (31), ibu almarhumah Vania Aprilia.
Saat itu, Maula Akbar anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berusaha menenangkan istrinya.
Putri Karlina beberapa kali meminta maaf kepada orang tua Vania sambil terus menangis.
Mela Putri meminta Putri Karlina dan Maula Akbar mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.
Sementara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merasa sedih atas peristiwa itu.
Dia ke RSUD dr Slamet Garut untuk menjenguk para korban yang sedang menjalani perawatan medis, Jumat.
Menurutnya, warga yang datang bukan karena undangan resmi tetapi tertarik melihat keramaian.
Saat itu masih terdapat delapan orang korban yang dirawat di rumah sakit.
Dia menanggung biaya pengobatan para korban dari uang pribadinya.
Para korban masing-masing dapat Rp10 juta karena mereka tidak bisa bekerja.
Dedi Mulyadi juga membantu keluarga tiga korban meninggal dunia dengan total Rp250 juta.
Santunan itu berasal dari pengantin Rp100 juta dan Rp150 juta dari Dedi Mulyadi.
“Anak-anak korban juga saya jadikan anak asuh.”
“Semua kebutuhan hidup dan pendidikan saya tanggung.”
“Ada yang ingin kuliah, ada yang ingin masuk AKPOL, semuanya akan saya dukung,” jelasnya.
Kronologis
Awalnya, warga mulai memadati area makan gratis setelah salat Jumat.
Warga mengantre di dua gerbang pendopo untuk mendapatkan makanan gratis yang sudah disediakan oleh panitia.
Situasi tidak terkendali saat warga berdesakan di gerbang hingga menyebabkan korban terinjak-injak.
Ibu-ibu, bapak-bapak, lansia, hingga anak-anak berebut untuk masuk sambil menjulurkan tangan.
Warga terlihat terdorong hingga jatuh dan terinjak-injak warga lain di belakangnya.
Beberapa orang terlihat mengulurkan tangan meminta bantuan setelah jatuh dan terdesak warga lain.
Petugas pun berusaha membantu warga yang jatuh dan terhimpit.
Bripka Cecep meninggal setelah membantu mengurai kerumunan warga yang memadati pintu masuk lokasi.
Saat kerumunan terjadi, Bripka Cecep sempat mengatur alur tamu yang berdesakan.
Bripka Cecep juga membantu orang yang pingsan karena kepadatan di sekitar pintu pendopo.
Setelah situasi berhasil dikendalikan dan acara berlangsung lancar, Bripka Cecep sempat beristirahat.
“Yang bersangkutan ini setelah membantu, mengatur, mengangkat orang yang berdesakan pingsan karena ingin masuk ke pendopo di acara resepsi itu,” ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Jumat.
Namun, dalam kondisi rehat, Bripka Cecep tiba-tiba pingsan.
Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi sebelum sempat mendapatkan perawatan medis lanjutan.
“Dan kemudian setelah acara berjalan lancar, baik, tidak ada kerumunan, yang bersangkutan kemudian istirahat, duduk.”
“Di saat yang bersangkutan itu meninggal, sebelumnya sempat pingsan,” jelas Hendra. (*)