banner 728x90

Wabup Garut Putri Karlina Menangis di Depan Ibunda Vania, Pernikahan Anak Dedi Mulyadi Ricuh

Avatar
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi keluarga korban meninggal di acara pesta pernikahan anaknya, Jumat (18/7/2025). Sumber foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Wakil Bupati Garut Putri Karlina mendatangi rumah orang tua Vania (8), korban tewas insiden makan gratis di Alun-alun Pendopo Bupati Garut, Sabtu (19/7/2025).

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (18/7/2025).

Tiga orang meninggal dunia, termasuk satu polisi yang kelelahan usai menyelamatkan warga.

Para korban adalah Vania Aprilia (8) dan Dewi Jubaedah (61), serta anggota Polres Garut Bripka Cecep Saeful Bahri (39).

Putri Karlina didampingi suaminya, Maula Akbar menangis tersedu-sedu.

Dia bersimpuh di hadapan Mela Putri (31), ibu almarhumah Vania Aprilia.

Saat itu, Maula Akbar anak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berusaha menenangkan istrinya.

Putri Karlina beberapa kali meminta maaf kepada orang tua Vania sambil terus menangis.

Mela Putri meminta Putri Karlina dan Maula Akbar mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut.

Sementara Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, merasa sedih atas peristiwa itu.

Dia ke RSUD dr Slamet Garut untuk menjenguk para korban yang sedang menjalani perawatan medis, Jumat.

Menurutnya, warga yang datang bukan karena undangan resmi tetapi tertarik melihat keramaian.

Saat itu masih terdapat delapan orang korban yang dirawat di rumah sakit.

Dia menanggung biaya pengobatan para korban dari uang pribadinya.

Para korban masing-masing dapat Rp10 juta karena mereka tidak bisa bekerja.

Dedi Mulyadi juga membantu keluarga tiga korban meninggal dunia dengan total Rp250 juta.

Santunan itu berasal dari pengantin Rp100 juta dan Rp150 juta dari Dedi Mulyadi.

“Anak-anak korban juga saya jadikan anak asuh.”

“Semua kebutuhan hidup dan pendidikan saya tanggung.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses