JURNALINDONESIA.CO – Misteri kematian diplomat muda Arya Daru Pangayunan, belum juga terungkap.
Lebih dari sepekan, sejak ditemukan tewas di Guest House Gondia, Jalan Gondangdia Kecil Nomor 22, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/7/2025), belum ada tanda-tanda penyebab kematian.
Kepala korban hingga bagian leher terlilit lakban berwarna kuning, yang cukup kuat.
Sempat muncul dugaan, korban memiliki kelainan seksual.
Namun, pihak keluarga memastikan Arya Daru adalah pria normal.
Meta Bagus, kakak ipar korban mengenal Arya Daru sejak masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
“Sepanjang yang saya mengenal almarhum sejak almarhum SD. Nah itu tidak ada gejala apapun,” katanya dalam acara Hotroom yang diunggah kanal YouTube MetroTV, dikutip Tribunnews.com, Kamis (17/7/2025).
Arya Daru dikenal keluarga sebagai sosok family man.
Ia selalu memperhatikan keluarga, khususnya anak-anaknya.
Dia rutin berkomunikasi dengan dengan keluarganya di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.
Komunikasi berupa panggilan video ke istri dan dua anaknya itu dilakukan setiap malam sebelum tidur dan pagi hari.
“Jadi setiap keseharian dari almarhum, begitu bangun tidur langsung video call untuk melihat anak-anaknya, begitu mau tidur pun langsung video call untuk melihat anak-anaknya, selalu seperti itu,” bebernya.
Dalam pergaulan, kata Bagus, juga tak ada hal yang mencurigakan dari diplomat muda itu.
Ia selalu ceria dan sering membantu orang lain.
“Gak ada (yang aneh), pribadi yang ceria, sangat ringan tangan. Gampang banget nolong orang, gampang banget,” tegasnya.
Selama mengenal Arya Danu, Bagus bahkan tak pernah melihat adik iparnya itu marah.
“Dari dulu itu saya kenal almarhum sudah sangat lama itu, belum pernah saya ketemu almarhum itu marah.”
“Same very normal everything ([semuanya sama, sangat normal] dalam keluarga dan pergaulan sehari-sehari),” tandasnya.
Bagus juga menyebut, tak ada keluhan atau keresahan apapun yang dirasakan Arya Daru sebelum kematiannya.
Bahkan sebelum meninggal, tepatnya pada Sabtu (5/7/2025).
Arya Daru sempat pulang ke Yogyakarta menemui keluarganya.
Bagus pun sempat bertemu dan ngobrol dengan adik iparnya itu.
Dalam obrolan itu, lagi-lagi tak ada hal yang aneh.
Arya Daru menceritakan tentang proses kepindahannya ke Finlandia bersama keluarga kecilnya.
“Gak (tidak ada keresahan), kebetulan malam minggu sebelum peristiwa itu saya ketemu almarhum di Jogja bercerita tentang rencana kepindahan almarhum mau dinas ke Finlandia di akhir bulan ini, persiapan anak-anaknya,” urai Bagus.
Arya Daru juga mengutarakan keinginannya berlibur bersama keluarga ke Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Ia pun memastikan, Arya Daru dalam kondisi baik-baik saja.
“Terus bercerita akan ke Borobudur untuk mengajak keluarganya piknik lah.”
“Yes, 100 persen normal,” ujar Bagus menegaskan.
Pihak keluarga tak ingin berspekulasi terkait penyebab kematian Arya Daru.
Mereka menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada lembaga kepolisian.
“Saat ini kami tidak berspekulasi bang, kami menyerahkan penyelidikan ini kepada yang berwajib dan kami percaya pihak berwajib sedang bekerja tentunya sesuai dengan kaidah pekerjaannya,” sambungnya.
Arya Daru ditemukan tewas di kamar kosnya pada Selasa (8/7/2025) pukul 07.37 WIB oleh penjaga kos.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, tampak penjaga kos mendatangi kamar diplomat muda dengan seorang pria.
Penjaga kos terlihat sempat mengetuk pintu kamar Arya Daru beberapa kali, sedangkan pria lainnya sibuk mendokumentasikan depan kamar Arya Daru.
Pintu kembali diketuk untuk memastikan Arya Daru menjawab, akan tetapi tak kunjung mendapat respons.
Penjaga kos lantas memcoba membuka pintu menggunakan kunci cadangan, namun gagal.
Ia lantas mencongkel jendela kamar Arya Daru menggunakan obeng.
Saat jendela berhasil dibuka, penjaga kos kemudian membuka pintu kamar dari dalam.
Ketika pintu terbuka, pria lainnya terus mendokumentasikan situasi.
Sementara, penjaga kos masuk ke dalam kamar untuk mengecek Arya Daru.
Saat itulah Arya Daru ditemukan terbaring di atas kasur, sudah tak bernyawa dalam kondisi kepala dililit lakban.
Sebelum Arya Daru ditemukan tewas, istrinya sempat menghubungi penjaga kos sebanyak tiga kali, tujuannya untuk mengecek kondisi suaminya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, mengatakan istri korban pertama kali menghubungi penjaga kos pada Senin (7//7/2025) sekira pukul 22.40 WIB.
Namun, saat itu nomor ponsel penjaga kos tidak aktif.
Lalu, istri korban kembali mengirim pesan kepada penjaga kos pukul 00.48 WIB, melalui nomor ponsel baru penjaga kos.
Selanjutnya, pesan ketiga dikirimkan istri korban pada Selasa pagi sekitar pukul 05.27 WIB, beberapa jam sebelum Arya Daru ditemukan tewas.
“(Ketiga) 8 Juli 2025 pukul 05.27 WIB, istri korban menghubungi penjaga kos untuk minta cek kembali kamar korban,” kata Ade Ary kepada Tribunnews.com, Minggu (13/7/2025).
Artikel ini tayang di tribunnews.com