banner 728x90

Diinisiasi Tiga Wali Kota, Jerambah Gantung Pangkalpinang Dibangun Molen Tahun 2021

banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Jerambah Gantung adalah jembatan ikonik di Kota Pangkalpinang, memiliki sejarah panjang.

Awalnya, jembatan ini dibangun pada masa Belanda di Bangka pada 1938, untuk keperluan inspeksi kabel dan tiang listrik.

banner 325x300

Saat dibuat pertama kali, Jerambah Gantung dilabeli ANNO 1938.

Berdiri di atas Sungai Kerabut, jembatan ini menjadi urat nadi kehidupan, penopang perekonomian, dan memperlancar akses dari Kota Pangkalpinang ke Kabupaten Bangka.

Hadirnya Jerambah Gantung dengan kondisi saat ini, memperlancar perjalanan menuju kampus Universitas Bangka Belitung (UBB) serta membantu mobilitas warga.

“Alhamdulillah, saat ini Jembatan Jerambah Gantung banyak manfaatnya. Jalan aspal di dua sisi, jadi nyaman lewat sini. Saran lampu penerangan jalan ditambah, supaya lebih aman dan demi keselamatan pengendara,” kata Putra (40), pengendara yang melintas di Jerambah Gantung, Minggu pagi.

Sebelum Jerambah Gantung seperti ini, pernah berdiri bangunan jembatan yang tidak difungsikan sejak tahun 1987.

Sangat jarang ada warga yang melintas di jembatan tersebut, apalagi kawasan itu gelap dengan akses jalan buruk.

Lebar jembatan hanya sekitar 1,5 meter, membentang sepanjang 70 meter di atas Sungai Kerabut.

Kini, Jerambah Gantung berdiri kokoh dengan empat tiang berwarna merah penyangga di bagian atasnya.

 

Jerambah Gantung dibangun pada masa Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil atau Molen periode 2018-2023.

 

Molen meresmikan Jerambah Gantung pada Kamis (4/3/2021), menandai dimulainya geliat perekonomian, wisata, dan akses jalan ke UBB.

 

Nama jembatan tersebut tetap Jerambah Gantung, sebagai bentuk penghargaan kearifan lokal, yang dikenal sejak lama.

 

Molen sengaja tak mau mengubahnya, karena Jerambah Gantung tak hanya sekadar insfrastruktur tetapi soal kenangan, sejarah, dan masa kini.

 

“Banyak manfaat positifnya, dulu UBB yang terasa sangat jauh sekali sekarang aksesnya lebih dekat untuk anak-anak kita menuntut ilmu,” kata Molen saat peresmian, Kamis (4/3/2021) lalu dikutip dari bangkapos.com.

 

Waktu itu, Molen mengatakan Jerambah Gantung adalah milik masyarakat Kota Pangkalpinang yang harus dijaga bersama.

Harapannya, akan merangsang pertumbuhan ekonomi baik dari Kota Pangkalpinang maupun Kabupaten Bangka.

 

Menurutnya, Jembatan Jerambah Gantung memang sudah lama diinginkan oleh wali kota sebelum dirinya.

 

“Inisiasi pembangunan jembatan ini sudah jauh-jauh hari diinginkan oleh wali kota sebelumnya, tiga wali kota sebelum saya sangat menginginkan kehadiran jembatan ini. Dan saya sebetulnya hanya meneruskan saja, kebetulan saya jadi wali kota sekarang merealisasikannya. Artinya ini bukan hanya kerja Molen saja tapi sudah didoakan dari tahun-tahun sebelumnya,” jelas Molen waktu itu.

Ditemui terpisah, Molen mengingat kembali soal Jerambah Gantung yang kini memberi manfaat pada masyarakat.

Sebagai warga Pangkalpinang, dia menginginkan kawasan di sekitar Jerambah Gantung terus bertumbuh, baik UMKM, wisata, dan perumahan penduduk.

“Bisa ditambah lampu penerangan, kalau aspal saat ini sudah bagus. Pagar di sekitar jalan menuju jembatan juga perlu diperhatikan,” ungkap Molen.

Sebagai informasi, Jembatan Jerambah Gantung dibangun kembali sejak 22 April 2020 lalu dan Februari 2021, yang dibangun dari dana APBD Pangkalpinang senilai Rp25,9 miliar.

Jerambah Gantung mempertahanakan konsep jembatan yang lama, saat dibangun Belanda pada 1938 lalu.

 

Struktur bangunan menggunakan b eton sepanjang 65 meter dan lebar 9 meter, dengan trotoar satu meter di masing-masing sisi.

Seling besi yang menggantung hanya aksesoris, untuk mempertahankan sejarah berdirinya Jerambah Gantung.

Beban maksimal Jerambah Gantung hingga 178 ton. (*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses