JURNALINDONESIA.CO – Berikut rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Belitung.
BPS Babel mencatat garis kemiskinan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempati posisi kedua tertinggi secara nasional setelah Papua Pegunungan.
Hanya saja, persentase penduduk miskin di Bangka Belitung pada Maret 2025 cuma sebesar 5,00 persen atau 77,71 ribu orang.
Angka ini sangat jauh di bawah rata-rata nasional yakni 8,47 persen.
Angka persentase penduduk miskin di Bangka Belitung ini sekaligus menjadi yang terendah kelima di Indonesia.
Artinya, standar hidup masyarakat Bangka Belitung tergolong tinggi.
Kepala BPS Bangka Belitung, Toto Haryanto Silitonga mengatakan meningkatnya garis kemiskinan mencerminkan kebutuhan hidup layak yang juga meningkat.
Baik dari sisi makanan maupun non makanan.
Menurut Toto, garis kemiskinan dibentuk dari pengeluaran minimal yang dibutuhkan untuk kebutuhan pokok, baik makanan maupun non-makanan.
Ini menunjukkan bahwa kemampuan daya beli dan pendapatan masyarakat Babel relatif tinggi.
“Sehingga meski garis kemiskinannya tinggi, jumlah penduduk miskinnya kita rendah,” kata Toto usai kegiatan rilis Berita Resmi Statistik, Jumat (25/7/2025).
Jumlah penduduk miskin di Babel pada Maret 2025 tercatat sebanyak 77,71 ribu orang.
Angka ini menurun 0,87 ribu orang dibandingkan September 2024.
Di wilayah perkotaan, persentase penduduk miskin menurun dari 4,09 persen menjadi 3,89 persen, atau berkurang 1,41 ribu orang.
Sebaliknya di wilayah perdesaan terjadi peningkatan dari 6,49 persen menjadi 6,59 persen, atau naik 540 orang.
Penurunan penduduk miskin ini turut didorong oleh berbagai program bantuan sosial dan subsidi upah yang diberikan pemerintah.
Namun, kata Toto, tentu saja tidak bisa hanya bergantung pada bansos, peran pemerintah selain melalui dukungan bansos perlu juga untuk diberikan lapangan kerja atau pendidikan, dan latihan.
“Hal ini agar masyarakat bisa mandiri yang tidak bergantung pada bansos,” ujarnya.