banner 728x90

Stratus atau XFG Varian Baru Covid-19, Dominasi Kasus Corona Tapi Risiko Rendah

Ilustrasi Virus Corona.
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Penyebaran Covid-19 di Indonesia masih perlu diwaspadai.

Ada varian baru bernama Stratus atau XFG, mendominasi kasus positif di Indonesia menggantikan varian sebelumnya.

banner 325x300

Stratus terdeteksi pada pekan ke-30 tahun 2025.

Hal ini disampaikan dalam rilis Kementerian Kesehatan RI.

Varian ini tergolong risiko rendah, namun tetap harus waspada terutama kelompok rentan seperti lansia dan penderita komorbid.

“Varian dominan di Indonesia adalah XFG (75 persen pada Mei, dan 100 persen pada Juni), dan XEN (25 persen pada Mei),” tulis keterangan resmi Kemenkes yang dikutip di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Varian dominan Covid-19 saat ini kategori risiko rendah.

Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap menjaga protokol kesehatan.

Total Kasus Covid-19 di Indonesia

Per minggu ke-30 di 2025 (M30), dari 186 pemeriksaan, terdapat 13 kasus positif.

Kasus positif kumulatif tahun 2025 terbanyak dilaporkan di DKI Jakarta, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan DI Yogyakarta.

Sementara total kasus Covid-19 dari M1-M30 tahun 2025 sebanyak 302 kasus dari total 13.010 spesimen diperiksa (positivity rate 2,32 persen).

Tentang varian XFG

XFG ini menjadi varian nomor 1 dalam hal Spread dimana per 13 Juni yang sudah terdeteksi di 130 negara dimana paling banyak dari Eropa dan Asia per Juni 2025.

Varian ini didominasi turunan dari LF.7.9 yang secara umum memiliki karakteristik yang sama dengan JN.1

JN.1 masih menjadi Variants of Interest (VoI) sejak ditetapkan pada Desember 2023.

Berdasarkan penilaian risiko, JN.1 merupakan varian yang berisiko rendah (low) di tingkat global.

Sehingga tidak ada indikasi subvarian ini lebih menular atau menyebabkan keparahan dibandingkan subvarian sebelumnya.

Bagi kelompok ini yakni para lansia dan/atau orang yang memiliki komorbid tetap perlu meningkatkan kewaspadaan.

Imbauan Kemenkes RI

Kasus konfirmasi Covid-19 belum bisa dikatakan menurun.

Meskipun kenaikan dan penurunannya tidak terlalu signifikan, kondisi ini tetap perlu diwaspadai agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

Masyarakat masih terus dan diimbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS).

Seperti menerapkan etika batuk/bersin untuk menghindari penularan kepada orang lain, cuci tangan dengan air mengalir dan menggunakan sabun (CTPS) atau menggunakan hand sanitizer, menggunakan masker bagi masyarakat jika jika berada di kerumunan atau sedang sakit seperti batuk, pilek, atau demam.

Serta segera ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan ada riwayat kontak dengan faktor risiko.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses