banner 728x90

Presiden Prabowo Resmikan Koperasi Desa Merah Putih, Dedi Mulyadi Bercanda Soal Jodoh

banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah meluncurkan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) atau Kopdes Merah Putih, Senin (21/7/2025).

Acara peluncuran dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang diikuti seluruh gubernur dan bupati/wali kota serta kepala desa se-Indonesia.

banner 325x300

Tempat peluncuran kelembagaan 80.081 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dilakukan di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi hadir langsung di lokasi peresmian, sedangkan 37 gubernur lainnya mengikuti acara secara virtual di daerah masing-masing.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi hadir secara virtual dari Desa Hambalang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Komunikasi dilakukan via teleconference dari Desa Hambalang. Dedi Mulyadi melapor kepada Prabowo yang berada di Klaten, bahwa Jawa Barat memiliki 5957 desa/kelurahan dengan jumlah penduduk mencapai 54 juta jiwa.

Menurut Dedi Mulyadi, semuanya desa/kelurahan sudah terdapat koperasi yang mana seluruh pembiayaannya sudah lunas berkat kerja sama pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan desa.

Dia mengungkapkan harapan warganya terhadap koperasi terobosan Presiden Prabowo yang diklaim sebagai wujud gerakan ekonomi rakyat berbasis desa ini.

“Di Desa Hambalang ini, paling utama tadi saya mendapat respons dari masyarakat, yang pertama adalah ada kepastian harga LPG, yang kedua ada kepastian harga pupuk, ketiga ada kepastian harga minyak goreng, beras, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya, serta akses untuk mendapat layanan kesehatan dokter umum di klinik,” ujar Dedi Mulyadi di Desa Hambalang, Senin, dikutip dari YouTube KompasTV.

“Mudah-mudahan ke depan bisa ada dokter spesialis. Itu relatif sudah tersedia dengan baik,” sambungnya.

Disebutkan Dedi Mulyadi, Desa Hambalang bukan merupakan daerah penghasil beras, melainkan singkong.

Dedi Mulyadi juga berkelakar soal singkatan KDMP yang mirip dengan inisial namanya.

Sebagaimana diketahui, sapaan akrab pria yang sering mengenakan Totopong atau Iket Sunda di kepalanya itu adalah Kang Dedi Mulyadi dan sering disingkat menjadi KDM.

Dengan percaya dirinya, Dedi Mulyadi menyebutkan bahwa istilah KDM yang merupakan bagian dari identitas dirinya sudah terkenal di Jawa Barat.

Dedi Mulyadi lantas berterima kasih karena kebetulan singkatan KDMP mirip dengan nama panggilannya.

Bahkan, Dedi Mulyadi meneruskan candaannya dengan mengatakan bahwa huruf ‘P’ di dalam singkatan ‘KDMP’ adalah Prabowo.

“Dan kemudian, saya juga ucapkan terima kasih namanya KDMP pak, karena KDM di Jawa Barat sudah populer pak,” tutur Dedi Mulyadi.

“Koperasi Desa Merah Putih, cuma sekarang ditambah P pak, jadi lengkap.

Asalnya KDM, Kang Dedi Mulyadi, ditambah P jadi tambah Pak Prabowo pak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Dedi Mulyadi juga melontarkan candaan kepada Prabowo.

“Pak presiden, cuma satu yang tidak didapatkan di koperasi rupanya tadi saya cek pak,” ujar Dedi Mulyadi.

“Apa itu?” tanya Prabowo.

“Itu cari jodoh susah di koperasi pak,” gurau Dedi Mulyadi.

Prabowo pun menanggapi candaan Dedi Mulyadi dengan kata-kata ancaman bernada gurauan.

“Awas kau,” ucap Prabowo membalas candaan Dedi Mulyadi.

Sontak, momen candaan Dedi Mulyadi dan Prabowo tersebut mengundang gelak tawa para pejabat kabinet yang ikut hadir dalam acara peluncuran Kopdes Merah Putih tersebut. (*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses