JURNALINDONESIA.CO – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dan Zeki Yamani, memiliki ciri khas sebagai pemilik nomor urut 2.
Dalam Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, pasangan Molen dan Zeki yang boleh dibilang jadi sorotan di media sosial dan media massa.
Molen yang juga Wali Kota Pangkalpinang 2018-2023, berpeluang melanjutkan periode kedua.
Slogan-slogan Molen sudah bekerja menjadi pembahasan warga, karena Pangkalpinang membutuhkan figur tersebut.
“Molen lah begawe.”
“Lah ade bukti.”
Febiola (21) warga Gabek, Kecamatan Gabek, tak ragu memilih Molen sebagai wali kota karena bukti pembangunan selama 5 tahun.
“Masjid Agung Kubah Timah, Titik Nol Kilometer, Jerambah Gantung, Dealova, kebangkitan UMKM, fasilitas kesehatan, akses pendidikan, sudah diwujudkan zaman Pak Molen,” ujarnya.
Senada diungkapkan Irianto warga Pangkalpinang lainnya, yang menyatakan Molen telah menaikan gaji honorer, TPP PNS, dan gaji para RT/RW.
“Sudah ada buktinya, dia mewujudkan harmoni di Pangkalpinang dan itu benar,” kata Irianto.
Begitulah suara dari warga Pangkalpinang, yang kemudian dinarasikan dalam slogan pasangan HARMONI, Harus Molen dan Zeki Yamani.
Sementara angka 2 menyimbolkan Molen akan melanjutkan pembangunan di Pangkalpinang untuk kedua kalinya.
Pengalaman di periode pertama, menjadikan Molen berkesempatan untuk membangun Pangkalpinang, yang dapat dinikmati masyarakat hingga saat ini.
Molen adalah satu-satunya calon wali kota asli Kota Pangkalpinang.
Begitu juga Zeki Yamani yang lahir dan tumbuh di Pangkalpinang hingga menikah dengan orang pangkal asli.
Kini Molen berikhtiar untuk meneruskan pembangunan berbekal pengalaman, dan sudah berkarya, bekerja, dan menorehkan sejumlah pencapaian di Pangkalpinang.
“Alhamdulillah nomor 2, sesuai keinginan HARMONI. Karena dua artinya, kita teruskan untuk kedua kalinya melayani masyarakat,” ungkap Molen bahagia didampingi Zeki Yamani.
Filosopi angka 2 identik dengan penerimaan, kreatifitas, imajinasi, dan empati.
Selain itu, orang-orang yang terlibat dengan angka 2, cenderung ingin lingkungan yang harmoni.
Molen adalah sosok yang tahu diri, mengakui kesalahan, dan ingin berubah ke arah jauh lebih baik.
“Saya menyadari, gara-gara saya terjadi Pilwako Ulang ini. Oleh sebab itu, secara pribadi, saya mohon maaf lahir dan batin, atas kesombongan saja, atas jumawa saya, atas pede saya, Allah belum berkehendak untuk saya jadi wali kota Pangkalpinang. Pada malam hari ini, pada semua saya mohon maaf lahir dan batin,” ungkap Molen saat malam penetapan nomor urut yang disambut haru dan teriakan histeris pendukungnya, Rabu (23/7/2025).
“Semangat Pak Molen,” teriak para pendukung Molen dan Zeki Yamani.
Sehingga, Molen harus berhenti beberapa saat, sebelum melanjutkan kata sambutannya.
Molen justru menilai semua calon wali kota dan wakil wali kota adalah orang baik.
Dengan mata berkaca-kaca dan terbata-bata, Molen meminta maaf secara terbuka di depan masyarakat Pangkalpinang, yang disambut tepuk tangan para pendukungnya.
“Sudahlah… ini hanya duniawi saja. Sesungguhnya wali kota dan wakil wali kota itu sudah ada garis tangannya. Mari kita jaga demokrasi Pangkalpinang ini,” ujar Molen.
“Masih sisa 36 hari lagi, setelah tanggal 27, semua akan kembali seperti semula. Rugi waktu 36 hari ini, diisi dengan hal yang tidak baik,” lanjut Molen.
Molen pada kesempatan lain mengatakan nomor 2 menjadi pertanda baik.
Bisa saja adalah sinyal dua periode untuk membangun Kota Pangkalpinang.
Molen kembali menegaskan permintaan maafnya kepada masyarakat atas dinamika yang menyebabkan kontestasi ulang.
“Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin untuk seluruh masyarakat Pangkalpinang. Mudah-mudahan ini menjadi obat atas apa yang sudah terjadi,” kata Molen.
Molen Orang Pangkal Asli
Sosok Molen memang menarik untuk menjadi bahan perbincangan.
Setelah, kekalahannya melawan kotak kosong, ada yang mencibir dan mengolok-olok dirinya.
Namun, tak sekalipun dia membalasnya dan berharap kebaikan bagi siapa saja yang menjadikan dirinya bahan hujatan.
“Saya tidak bisa memaksa orang untuk senang pada kita. Saya serahkan semua pada Allah,” ungkap Molen.
Laki-laki memang tidak bercerita, tetapi tiba-tiba minta maaf.