banner 728x90

Rina Tarol Geram Ada Siswa SD di Toboali Meninggal Akibat Diduga Korban Bully

Anggota DPRD Babel Rina Tarol. Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Anggota DPRD Babel Rina Tarol mendesak kasus kematian siswa SD di Desa Rias, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan disikapi serius oleh Dinas Pendidikan Basel.

Menurutnya, siswa kelas 5 SD tersebut diduga korban bully atau perundungan teman-teman di sekolahnya.

banner 325x300

Rina Tarol menyebut, korban mengalami tekanan mental dan fisik yang luar biasa parah sehingga menyebabkan kehilangan nyawa.

“Ini jangan dianggap remeh, bully itu perbuatan yang terjadi berulang-ulang, buka sekali dua kali. Harusnya pihak sekolah, sudah mendeteksi. Dinas Pendidikan Basel segera turun, investigasi, jangan sampai peristiwa ini terjadi lagi,” tegas anggota dewan dari dapil Bangka Selatan ini, Minggu (27/7/2025).

Dia geram setelah mengetahui kabar meninggalnya siswa SD berusia 10 tahun tersebut akibat korban bully.

Apalagi korban sempat dirawat di rumah sakit selama tiga hari setelah menjalani operasi.

“Dinas Pendidikan Basel dan KPAI semestinya melakukan pendampingan pada keluarga korban. Sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak, jangan justru menakutkan, trauma,” kata politisi Partai Golkar ini.

Seperti diinformasikan sebelumnya, kasus dugaan bully atau perundungan terjadi di SDN 22 Toboali di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Korbannya siswa laki-laki berusia 10 tahun berinisial Z.

Z adalah siswa kelas lima SD, meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (27/7/2025) pagi.

Akun Facebook Dhony Dinata membagikan informasi itu, beserta foto korban dirawat.

Terpasang selang ke dalam mulut korban, yang menandakan menjalani perawatan intensif.

Akun itu mengaku korban adalah keponakannya, yang mengalami perundungan di sekolah.

Akun Facebook milik Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid juga turut ditandai.

“Kepada bapak Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja pak,” begitu bunyi pesannya.

“Ini keponakan saya siswa SDN 22 Rias kelas 5, menjadi korban bully oleh teman temannya.

Hari ini ananda sudah meninggal dunia di RSUD Bangka Selatan pada pukul 08.12 Wib.”

“Saya berharap bapak bisa membantu untuk mendampingi memberikan keadilan untuk ananda.”

Mengutip bangkapos.com, Dhony Dinata membenarkan kejadian itu saat dihubungi melalui telepon.

Keponakannnya telah dinyatakan meninggal dunia.

Menurutnya korban mengalami perundungan oleh teman-temannya.

Korban sempat muntah dan jatuh sakit namun korban tidak berani melapor ke orang tuanya.

Z dibawa ke rumah neneknya di Rawa Bangun, Kelurahan Toboali dan mengaku dikeroyok teman-temannya.

Korban mengaku dipukuli teman sekolahnya di bagian perut dan kepala.

Karena kondisi korban parah, dibawa ke RSUD Junjung Besaoh, Jumat (25/7/2025).

Korban mengalami pembengkakan di kepala dan luka dalam pada bagian lambung.

Korban menjalani operasi pada Sabtu (26/7/2025).

Kepada keluarga, korban sempat melaporkan perundungan itu kepada guru.

Tetapi guru di sekolah tak peduli dan mengira korban cuma sakit perut karana makan mie instan.

Korban dirundung dua pekan yang lalu dan berkali-kali.

Akibatnya, korban takut ke sekolah selama empat hari.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses