JURNALINDONESIA.CO – Terungkap motif Ju (49) menikam punggung Heri alias Bokir (53), di rumah kontrakan kampung Sidorejo, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 18.30 WIB.
Sebelum peristiwa nahas itu, Ju dan Heri sempat cekcok lantaran pelaku mempertanyakan soal uang miliknya yang hilang.
Korban tak terima atas tuduhan pelaku, sehingga keduanya tersulut emosi.
Masing-masing memegang senjata tajam dan terlibat perkelahian.
Ju adalah warga Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan.
Sementara Heri warga Kecamatan Sungsang, Kabupaten Banyu Asin, Sumsel.
Usai menikam korban, pelaku kabur dan ditangkap di Kampung Parit 5, Kelurahan Remodong Indah, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Senin (18/8/2025) sore.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan pelaku dibawa ke Mentok untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Korban meninggal di rumah sakit setelah sempat dirawat,” kata AKBP Pradana.
Polisi mengamankan satu pisau gagang kayu warna coklar, satu helai handuk bertuliskan Barcelona.
Pisau tersebut digunakan untuk menikam korban sebanyak empat kali di bagian punggung.
Motif pelaku menikam korban karena masalah uang.
Empat hari sebelum peristiwa penikaman, pelaku mengaku kehilangan uang.
Mereka baru saling kenal sekitar satu minggu dan korban sering masuk ke kamar pelaku, meski hanya sekadar minjam korek.
Lalu, suatu waktu korban meninggalkan kontrakannya dan merasa ada uang yang hilang serta posisi barang tidak di tempat biasanya.
“Pelaku menuduh korban mengambil uang dan terjadi penikaman itu,” kata Kapolres.
Keduanya sempat bersitegang dengan membawa senjata tajam masing-masing di tangan.
Kapolres memastikan tidak ada unsur pembunuhan berencana karena murni spontanitas. (*)