banner 728x90

Hasan Basri Tak Menyangka Ditangkap di Palembang, Tengah Santai di Warung Makan

Momen penangkapan Hasan Basri di Palembang, Senin (11/8/2025).
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Saat sedang santai di sebuah warung makan di wilayah hukum Polsek Kalidoni, Palembang, Hasan Basri alias Abas (33) disergap sejumlah polisi berpakaian preman, Senin (11/8/2025) siang.

Dia terkejut bukan kepalang lantaran polisi mengendus keberadaannya.

banner 325x300

Padahal, dikabarkan sebelumnya, Hasan sempat menyetop truk ke arah Lampung dar OKI, Sumsel.

Ketika ditangkap unit Jatanras Polda Babel dibantu Polda Sumsel dan Polres OKI, Hasan tak berkutik.

Dia tak melakukan perlawanan sedikit pun ketika tangannya diborgol.

Empat hari menjadi buruan polisi, membuat hidup Hasan tak tenang.

Sejak lolos dari sergapan polisi di OKI, dia terus bergerak untuk menyelamatkan diri.

Namun, polisi tak mau kehilangan buruannya.

Hasan adalah diduga pembunuh sadis di Kota Pangkalpinang yang kabur ke Sumsel.

Dia merupakan warga dari Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS).

Direktur Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M Rivai Arvan kepada wartawan mengungkapkan kronologi Hasan ditangkap di Palembang.

Disebutkan Hasan Basri tidak menyangka bakal ditangkap di Palembang.

“Penangkapan itu mendadak dan begitu cepat. Dua yang kita amankan dan nanti rekonstruksi untuk mengetahui detailnya,” kata Kombes Rivai, Selasa (12/8/2025).

Tiba subuh

Hasan Basri diduga pelaku pembunuhan Aditya Warman (48), Pemred OkeyBozz.com, media online di Bangka Belitung, tiba di Mapolda Babel, Selasa (12/8/2025) subuh.

Dia digiring aparat Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Babel dari Palembang menumpang mobil.

Sebelumnya, Hasan sempat diperiksa di Polsek Kalidoni, Palembang, Senin siang sebelum dibawa ke Pangkalpinang melalui jalur laut, Pelabuhan Tanjung Api-api – Pelabuhan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Hasan ditangkap di sebuah warung makan di Palembang, saat bertemu dengan mantan istrinya.

Kebetulan Martin alias Akmal yang lebih dulu ditangkap, adalah adik mantan istri Hasan.

Hasan Basri dikawal ketat oleh polisi dari Palembang ke Pangkalpinang yang dipimpin Kasubdit Jatanras, AKBP Faisal Fatsey.

Tiba di Polda Babel, wajah Hasan tampak lelah, dengan kepala tertunduk dia digiring masuk ke ruangan penyidik Ditreskrimum Polda Babel.

Polisi akan mengkonfrontasi keterangan Hasan dengan Martin.

Direktur Reskrimum Polda Babel, Kombes Pol M. Rivai Arvan mengatakan pihaknya akan mengungkap motif pembunuhan terhadap Aditya Warman.

“Kita periksa dulu, untuk mengetahui motif, selama waktu 1×24 jam ini,” kata Kombes Pol M Rivai.

Hasan Basri tiba di Polda Babel sekitar pukul 04.30 WIB.

Dia adalah diduga pelaku pembunuhan Aditya Warman di pondok kebun korban di kawasan Taman Dealova, Pangkalpinang, Kamis (7/8/2025) siang.

Usai membunuh korban, jasad Aditya dimasukkan ke dalam sumur.

Hasan kabur membawa mobil korban ke Palembang dengan mengajak Martin. (*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses