JURNALINDONESIA.CO – Polisi melakukan ekshumasi dan autopsi ulang terhadap jenazah ZH (10), siswa kelas 5 SDN Desa Rias, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Rabu (30/7/2025).
Autopsi dilakukan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mayor Munzir, Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali.
ZH adalah korban meninggal diduga akibat tindakan bully atau perundungan yang dilakukan teman sekolahnya.
Tim media dari RS Bhayangkara Polda Babel yang melakukan proses autopsi, dibantu aparat Polres Bangka Selatan.
ZH dimakamkan Minggu (27/7/2025) setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Junjung Besaoh Basel.
Korban sempat mengeluh sakit di bagian perut dan kepala. Kepada keluarga, ZH mengaku dikeroyok oleh teman-temannya di sekolah.
Karena mengeluh sakit di kepala dan perut, korban tidak masuk sekolah yang kemudian dibawa ke rumah sakit.
Korban mengembuskan napas terakhirnya pada Minggu pagi, pukul 08.12 WIB.
Autopsi berjalan lancar
Setelah pembacaan doa, dilanjutkan penggalian makam korban. Lalu pukul 10.30 WIB dilakukan proses autopsi oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepulauan Bangka Belitung dibantu tim Biddokes Polres Bangka Selatan.
Dokter forensik RS Bhayangkara Polda Babel dr Suroto mengatakan autopsi hingga pukul 13.00 WIB.
Pihaknya memeriksa organ jenazah korban. Menurutnya, pihak rumah sakit sebelumnya menyimpulkan ZH ada infeksi usus buntu.
“Organ-organ lainnya yang diperiksa, bagian dada, lambung dan kepala. Pengambilan sampel otot rongga bagian dada serta otot dan kulit perut bagian bawah,” ujarnya.
Nanti akan dilakukan pemeriksaan histologi patologi ke Rumah Sakit Umum Provinsi.
Hasil pemeriksaan sampel organ tubuh akan keluar sekitar 2 minggu ke depan. (*)