banner 728x90

Tragis, Siswa Kelas 5 SD di Desa Rias Bangka Selatan Meninggal Diduga Akibat Dibully di Sekolah

Ilustrasi foto perundungan. Siswa SD di Bangka Selatan meninggal dunia diduga akibat perundungan. Foto: Istimewa
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Kasus dugaan bully atau perundungan terjadi di SDN 22 Toboali di Desa Rias, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Korbannya siswa laki-laki berusia 10 tahun berinisial Z.

banner 325x300

Dia siswa kelas lima SD, meninggal dunia setelah tiga hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (27/7/2025) pagi.

Akun Facebook Dhony Dinata membagikan informasi itu, beserta foto korban dirawat.

Terpasang selang ke dalam mulut korban, yang menandakan menjalani perawatan intensif.

Akun itu mengaku korban adalah keponakannya, yang mengalami perundungan di sekolah.

Akun Facebook milik Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid juga turut ditandai.

“Kepada bapak Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid, dunia pendidikan kita sedang tidak baik-baik saja pak,” begitu bunyi pesannya.

“Ini keponakan saya siswa SDN 22 Rias kelas 5, menjadi korban bully oleh teman temannya.

Hari ini ananda sudah meninggal dunia di RSUD Bangka Selatan pada pukul 08.12 Wib.”

“Saya berharap bapak bisa membantu untuk mendampingi memberikan keadilan untuk ananda.”

Mengutip bangkapos.com, Dhony Dinata membenarkan kejadian itu saat dihubungi melalui telepon.

Keponakannnya telah dinyatakan meninggal dunia.

Menurutnya korban mengalami perundungan oleh teman-temannya.

Korban sempat muntah dan jatuh sakit namun korban tidak berani melapor ke orang tuanya.

Z dibawa ke rumah neneknya di Rawa Bangun, Kelurahan Toboali dan mengaku dikeroyok teman-temannya.

Korban mengaku dipukuli teman sekolahnya di bagian perut dan kepala.

Karena kondisi korban parah, dibawa ke RSUD Junjung Besaoh, Jumat (25/7/2025).

Korban mengalami pembengkakan di kepala dan luka dalam pada bagian lambung.

Korban menjalani operasi pada Sabtu (26/7/2025).

Kepada keluarga, korban sempat melaporkan perundungan itu kepada guru.

Tetapi guru di sekolah tak peduli dan mengira korban cuma sakit perut karana makan mie instan.

Korban dirundung dua pekan yang lalu dan berkali-kali.

Akibatnya, korban takut ke sekolah selama empat hari.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses