banner 728x90

Tentang Molen, Nomor Urut, Pesan UAS, Serta Meneruskan Pembangunan Pangkalpinang

(kanan) Maulan Aklil (Molen) saat hadir di Hotel Aston Pangkalpinang didampingi Zeki Yamani (kiri), Rabu (23/7/2025) malam.
banner 120x600
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil (Molen) dan Zeki Yamani, tampak semringah saat datang ke Hotel Aston, Semabung, Pangkalpinang, Rabu (23/7/2025) malam.

Mereka hadir mengikuti penentuan nomor urut peserta Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025, yang diikuti empat pasangan calon.

banner 325x300

Wajah Molen dan Zeki, pasangan calon HARMONI, Harus Molen-Zeki Yamani terlihat bahagia dan begitu tenang, manakala bertemu orang-orang di sekitarnya.

Mengenakan sungkok resam, baju putih, dan celana krem, Molen tampil sederhana namun tampak percaya diri.

Berkali-kali dia melempar senyum sambil mendekap tangannya ke dada, sebagai salam hormat pada siapa saja yang disapanya.

Begitulah Molen, sosok bersahaja yang akhir-akhir ini kerap menjadi perbincangam seiring dirinya ikut konstestasi Pilkada Ulang Pangkalpinang 2025.

“Terima kasih doakan kami, saya dan Pak Zeki ikut konstestasi karena ada partai yang memberi ruang. Mohon maaf dan terima kasih atas dukungan pada kami,” ungkap Molen.

Dia menyadari ada pihak yang mungkin tak senang dirinya ikut Pilwako ini, pascakekalahan 2024 lalu.

Namun, Molen mengingatkan lagi bahwa ada 34 ribu suara yang diberikan padanya saat Pilkada Pangkalpinang 2024.

Molen sangat berharap, dukungan itu kembali diberikan pada dirinya, termasuk para pemilih yang belum menentukan pilihan atau swing voter.

“Izin kami meneruskan kembali pembangunan di Pangkalpinang, yang sempat tertunda dua tahun ini. Kita lanjutkan lagi pembangunan Pangkalpinang. Kami bukan coba-coba, tapi ini pengabdian di kampung kami sendiri,” kata Molen.

Ucapan Molen ini meneguhkan keyakinan bahwa dirinya adalah putra asli kelahiran Pangkalpinang, tahun 1976 silam.

Dia lahir di Bukit Merapin dan menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Sungailiat karena ikut orang tua yang bekerja.

Namun, empat kakak Molen lebih lama tinggal di Bukit Merapin sebelum orang tua pindah ke Sungailiat.

“Begitu juga Pak Zeki, asli Pangkalpinang, dari Kacangpedang. Kami sama-sama ingin berbuat untuk Pangkalpinang,” ucapnya.

Molen mengaku tak mau banyak berkata-kata lagi, karena dia yakin masyarakat Pangkalpinang sudah merasakan pembangunan selama lima tahun ini.

Kawasan Alun-alun Taman Merdeka, Titik Nol Kilometer, Taman Wilhemina, dan Masjid Agung Kubah Timah, menjadi magnet pengunjung di Pangkalpinang.

Begitu juga Dealova, Puskesmas, RSUD Depati Hamzah menjadi jauh lebih baik dan dapat dinikmati oleh masyarakat luas.

Molen sudah menaikkan gaji pengurus RT/RW, gaji honorer juga naik, TPP PNS meningkat dibandingkan 2018, dan tidak ada pemangkasan TPP.

Ingat pesan Ustaz Abdul Somad

Molen ingat betul pesan Ustaz Abdul Somad (UAS) saat berkunjung ke Pangkalpinang beberapa waktu lalu.

UAS berpesan soal ketangguhan dan keluasan hati, serta kesabaran seorang calon pemimpin yang akan diangkat derajatnya.

UAS mengatakan angin topan, puting beliung akan melahirkan nakhoda yang tangguh dan kuat.

Artinya, Molen harus siap menghadapi semua ujian, tantangan, termasuk hujatan pada dirinya.

“Saya akui kesalahan, kesombongan yang memberi hikmah luar biasa. Allah masih sayang, mengingatkan kami yang fakir ilmu ini,” ungkap Molen.

Akhirnya Molen menyerahkan ikhtiar yang sudah dilakukan pada Allah.

Dia mengucapkan terima kasih dapat ikut Pilkada Ulang Pangkalpinang melalui Partai Gerindra dengan Prabowo Subianto sebagai ketua umum.

Ditanya soal nomor urut, Molen tersenyum, karena baginya nomor berapa saja adalah sebuah angka.

Namun, meneruskan pembangunan di Pangkalpinang bukan lagi coba-coba tapi tindakan nyata. (*)

 

 

 

 

 

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses