JURNALINDONESIA.CO – Kecelakaan pesawat jet tempur terjadi Dhaka, Bangladesh, Senin (21/7/2025).
Jet jet tempur F-7 BGI milik Angkatan Udara Bangladesh itu menabrak sebuah sekolah.
Akibatnya, 31 orang tewas dengan 25 di antaranya siswa sekolah setingkat SMA.
Peristiwa itu terjadi di Milestone School and College yang terletak di Uttara, Dhaka.
Pilot pesawat dilaporkan tewas dan Otoritas Bangladesh melaporkan, 171 orang dievakuasi.
Letnan Penerbang Towkir Islam dari Angkatan Udara Bangladesh, sang pilot dimakamkan di daerah Sapura, Kota Rajshahi pada Selasa sore.
Pemerintah daerah bersama berbagai lembaga sosial budaya menyelenggarakan acara doa khusus untuk mengenangnya.
The Inter-Services Public Relations (ISPR) Bangladesh mengatakan Towkir Islam, melakukan upaya maksimal untuk menerbangkan pesawat menuju daerah yang penduduknya lebih sedikit untuk meminimalkan korban sipil dan kerusakan.
Namun jet itu secara tragis menabrak gedung dua lantai Sekolah dan Perguruan Tinggi Milestone di daerah Diabari, Dhaka.
Jet tempur FT-7 BGI menabrak sekolah tak lama setelah lepas landas dari pangkalan BAF di Kurmitola, Dhaka, sebagai bagian dari latihan rutin.
Dikutip dari Dhaka Tribune, ada kenaehan pesawat yang dikemudikan Towkir Islam.
Dilaporkan mengalami kerusakan teknis, yang rinciannya akan ditentukan melalui penyelidikan resmi.
Spesifikasi jet tempur
Jet tempur F-7 BGI buatan China merupakan versi modern dari pesawat tempur F-7.
Pesawat ini dikembangkan dari jet legendaris MiG-21 buatan Soviet.
Dengan radar pulse-doppler KLJ-6F, sistem kokpit kaca digital dan kecepatan lebih dari Mach 2, F‑7 BGI hadir bukan hanya sebagai warisan teknis.
F‑7 BGI juga dikenal sebagai tulang punggung misi pertahanan udara BAF sejak awal dekade 2010-an.
Dikutip dari airvectors.net, pesawat ini memiliki lima pylon (titik gantung senjata) yang dapat membawa total beban tempur sekitar 2.000 kilogram.
Militer Bangladesh telah meluncurkan penyelidikan terhadap insiden tersebut, tetapi tidak melibatkan otoritas penerbangan sipil.
Ratusan siswa dilaporkan berdemonstrasi di dekat lokasi kecelakaan untuk menuntut pemerintah bertanggung jawab dan memberikan kompensasi kepada keluarga korban.
Demonstran juga menuntut militer berhenti menggunakan pesawat “ketinggalan zaman” yang tidak aman.
Unjuk rasa juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik lainnya di Dhaka sejak Senin, dan menimbulkan bentrokan.
Demonstran berupaya memasuki kompleks pemerintahan Sekretariat Bangladesh dan dihalau polisi dengan gas air mata dan granat kejut.
Insiden pesawat latih yang menabrak sekolah tersebut menjadi kecelakaan pesawat paling mematikan di Bangladesh belakangan ini.
Saksi mata menyebut para siswa tidak punya kesempatan menyelamatkan diri karena pesawat tiba-tiba menabrak.
“Tiba-tiba saya melihat api yang menyala dari atas bangunan. Ketika saya sampai di sana, saya melihat sejumlah anak terkapar dengan anggota tubuh yang tersebar, sebagian mayat mereka bertebaran,” kata seorang siswa Milestone School and College, dikutip Associated Press.
Angkatan Udara Bangladesh telah merilis pernyataan bahwa pesawat latih yang menabrak sekolah tersebut mengalami “malafungsi teknis” beberapa saat usai lepas