JURNALINDONESIA.CO – Peristiwa memilukan terjadi di Tongkang Tirta Samudra 3.
Tiga orang anak buah kapal (ABK) tewas di palka tongkang, Sabtu (30/8/2025).
Saat itu, kapal tugboat Bintang Mutiara XXX melakukan towing alias penarikan Tongkang Tirta Samudra 3 dari Pelabuhan Wilmar, Serang, Banten menuju Batam, Kepulauan Riau untuk melakukan docking kapal.
Namun, saat berada di Perairan Laut Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, terjadi peristiwa nahas tersebut.
Diduga korban keracunan gas saat berada di dalam palka.
Tongkang mengangkut crude palm oil alias CPO atau minyak kelapa sawit.
Kepala Kantor Pertolongan dan Pencarian (Basarnas) Pangkalpinang, I Made Oka Astawa membeberkan peristiwa itu.
Pada Sabtu Sekitar pukul 12.25 Wib Tim Rescue Kansar Pangkalpinang telah bergerak menuju lokasi.
Ada 47 orang ikut dalam tim gabungan untuk melakukan proses evakuasi.
Tim SAR Gabungan menggunakan KN SAR Karna bergerak menuju perairan Koba, Kabupaten Bangka Tengah untuk evakuasi korban.
“Selasa (26/8/2025) pukul 22.00 Wib Tugboat Bintang Mutiara XXX melakukan towing alias penarikan Tongkang Tirta Samudra 3 dari Pelabuhan Wilmar, Serang, Banten menuju Batam, Kepulauan Riau untuk melakukan docking kapal,” ujar Oka.
Lalu pada Kamis (28/8/2025) sekitar pukul 20.05 Wib kapal melewati perairan Laut Jawa.
ABK di tongkang mengecek kondisi palka.
Pertama ABK bernama Lukmanto (29) turun terlebih dulu.
Namun Lukmanto pingsan, lalu seorang ABK bernama Iwan Santoso (29) ikut masuk ke dalam palka.
Tetapi Iwan Santoso juga pingsan di dalam palka.
Melihat hal itu, ABK bernama Iswadi (49) berusaha melakukan penyelamatan.
Tetapi Iswadi juga ikut pingsan di dalam palka dan ketigasnya tewas.
Kemudian, nakhoda kapal menghubungi pihak perusahaan, untuk proses evakuasi.
“Sebelum proses evakuasi dilakukan, Tim Inafis Polda Kepulauan Bangka Belitung olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tim kemudian menurunkan gas detektor untuk mengecek kadar gas beracun.
Proses berikutnya pukul 15.25 Wib tim turun evakuasi korban pertama menggunakan metode Confined Space Rescuer,” jelas Oka.
Berbekal alat Self Contained Breathing Apparatus untuk melindungi tim yang turun dari aroma gas sisa minyak CPO.
Evakuasi ketiga korban membutuhkan waktu hingga empat jam.
Penyelamat yang turun kesulitan saat mengangkat korban yang dipasangkan full body harness.
Kondisi tubuh korban mulai membengkak serta berminyak akibat sisa minyak CPO di dalam palka.
Korban terakhir berhasil dievakuasi pada pukul 19.17 Wib.
Selanjutnya kapal menuju Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang untuk membawa korban. (*)