JURNALINDONESIA.CO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memberikan pesan kepada seluruh masyarakat di Babel.
Berikut pesan dan imbauan lengkap MUI Babel.
IMBAUAN MAJELIS ULAMA INDONESIA ( MUI ) PROV. KEP. BANGKA BELITUNG
TENTANG KEPRIHATINAN ATAS MENINGGALNYA AFFA KURNIAWAN DAN DINAMIKA TUNTUTAN RAKYAT TERHADAP DPR DAN APARAT PEMERINTAH
Nomor : B.170/MUI/DP-PX/VIII/2025
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat, serta umatnya yang istiqamah mengikuti ajarannya.
Sehubungan dengan meninggalnya ananda Affan Kurniawan serta berkembangnya dampak sosial dan dinamika tuntutan rakyat terhadap DPR dan Aparat Pemerintah, khususnya terkait kurangnya empati terhadap kesulitan ekonomi masyarakat, Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memandang perlu menyampaikan imbauan dan seruan moral
berikut ini:
1. Ungkapan Belasungkawa
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kep Bangka Belitung menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Semoga Allah Swt menerima segala amal ibadahnya, mengampuni dosa-dosanya, dan menempatkan di sisi-Nya yang mulia.
Kami juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan. “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.”
Peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar seluruh pihak lebih bijaksana dan empatik dalam menyikapi dinamika sosial serta menjaga kemanusiaan dan keselamatan masyarakat.
2. Seruan kepada DPR dan Aparat Pemerintah
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kep. Bangka Belitung memandang bahwa tuntutan dan aspirasi rakyat tidak boleh diabaikan, khususnya menyangkut kesulitan ekonomi, ketimpangan sosial, dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, kami menyerukan:
a) Meningkatkan Empati dan Kepedulian
DPR dan Pemerintah perlu lebih peka dan mendengarkan keluh kesah masyarakat yang sedang menghadapi tekanan ekonomi, terutama paska-kenaikan harga kebutuhan pokok dan lapangan kerja yang terbatas.
b) Mengutamakan Keadilan dan Kesejahteraan Sosial
Kebijakan publik harus berorientasi pada maslahat rakyat, bukan sekedar kepentingan segelintir kelompok.
c) Membangun Dialog Terbuka dan Partisipatif
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kep. Bangka Belitung mendorong agar Pemerintah dan DPR membuka ruang komunikasi yang sehat, transparan, dan inklusif dengan masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman dan potensi konflik sosial.
d) Mengutamakan Pendekatan persuasife dan Humanis dalam Mengatasi Unjuk Rasa
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prov. Kep. Bangka Belitung meminta kepada segenap aparat yang bertugas agar selalu bersikap sabar dan bijak, persuasife dan humanis dalam menanggapi warga masyarakat yang menyampaikan aspirasi masyarakat dengan mengedepankan pendekatan persuasife dan humanis.
3. Ajakan Menjaga Persatuan dan Kedamaian













