Kalau Pria Sering Onani, Ini Yang Akan Terjadi

Oleh :

JURNALINDONESIA.CO – Onani atau masturbasi adalah aktivitas seksual yang melibatkan alat kelamin atau area sensitif tubuh lainnya untuk mendapatkan gairah atau kenikmatan seksual. Umumnya, aktivitas ini kerap dilakukan oleh pria muda yang masih lajang. Sering dipertanyakan, keseringan onani apakah ada efek sampingnya?

Masturbasi adalah cara alami dan aman untuk mengeksplorasi tubuh sekaligus merasakan kesenangan dari ketegangan seksual yang menumpuk. Itu terjadi di antara orang-orang dari semua latar belakang, jenis kelamin, dan ras.

Laporan penelitian dari Planned Parenthood menjelaskan rangsangan seksual, termasuk masturbasi bisa menghilangkan stres yang menumpuk, membuat tidur lebih baik, serta mencegah kecemasan dan stres. Jika dibandingkan dengan seks berpasangan, onani dapat menurunkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS).

Sering Onani, Adakah Efek Sampingnya?

Terlepas dari manfaatnya tersebut, banyak yang bilang onani bisa berdampak kemampuan ejakulasi. Anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), dr Andi Wanananda WS, beberapa waktu lalu menjelaskan onani sebenarnya sah-sah saja dan tidak berbahaya sama sekali selama dilakukan dengan higienis dan tidak mengganggu pekerjaan sehari-hari.

Sejumlah penelitian hanya menemukan efek disfungsi ereksi atau impotensi pada pria yang sering onani ketika sudah punya pasangan atau menikah. Kemampuan ereksi biasanya dinilai berdasarkan kepuasan pasangan, sedangkan onani tidak membutuhkan objek hidup sehingga ia bisa melakukan ejakulasi sekehendak hari. Karena itu, ada yang harus diperhitungkan agar disfungsi ereksi tidak terjadi.

Guna mencegah timbulnya impotensi, dr Andi menambahkan setiap pria harus punya kebugaran dan kesehatan tubuh yang optimal. Pada banyak kasus, ketidakmampuan mempertahankan ejakulasi justru dari gaya hidup yang tidak sehat. Bahkan, stres dan depresi akibat tekanan pekerjaan yang tinggi bisa memicu hal tersebut.

Dikutip dari Healthline, onani juga tidak berpengaruh pada tingkat infertilitas, ukuran penis, dan ketidakseimbangan hormon. Mungkin Beberapa orang dapat mengembangkan kecanduan masturbasi atau disebut “kecanduan seks”. Namun, istilah ini tidak dikenal dalam “Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders” (DSM-5) dan tidak dianggap oleh beberapa orang sebagai kecanduan sejati.

Menurut International Society for Sexual Medicine, tidak ada frekuensi “normal” untuk masturbasi. Selama tidak berdampak negatif pada hubungan Anda atau mengganggu aktivitas lain seperti sekolah atau pekerjaan, masturbasi sesering atau sejarang yang diinginkan masih dikategorikan aman dan sehat.

 

Sumber: detik.com

/ JANGAN LEWATKAN

JURNALINDONESIA.CO – Saat berjimak atau berhubungan badan dengan pasangan halal kita, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Yaitu soal adab dan etika dalam berjimak. Mengapa …

JURNALINDONESIA.CO – Hubungan seks adalah salah satu penunjang keharmonisan dalam sebuah pernikahan, Bunda. Dalam Islam, hubungan seks bagi pasangan suami dan istri adalah halal, bahkan …

JURNALINDONESIA.CO – Penis gatal setelah bercinta mungkin terdengar sepele tapi mengganggu. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah penyakit menular seksual (PMS). Sesi intim yang seharusnya diakhiri …

JURNALINDONESIA.CO – Sejumlah pasangan suami istri alangkah baiknya bisa mengendalikan seks dengan cara yang sehat dan tepat. Pasangan yang hypersex biasanya cenderung akan memiliki fantasi …

/ TERPOPULER

/ ISU TERKINI

#1
#2
#3
#4
#5