PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Persoalan data desil penerima bantuan sosial tidak hanya menyangkut masyarakat pada kelompok desil terbawah.
Kondisi warga di kelompok menengah yang belum terakomodasi bantuan juga menjadi perhatian Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Me Hoa.
Hal tersebut disampaikannya dalam audiensi terkait dinamika pendataan desil sebagai salah satu dasar penetapan program bantuan dan perlindungan sosial di Ruang Banmus DPRD Babel, Jumat (2/10/2026).
Me Hoa menilai masih ada masyarakat yang perlu mendapat perhatian khusus dalam proses pendataan, terutama mereka yang kondisi ekonominya rentan, tetapi belum masuk dalam kategori penerima bantuan.
Ia mencontohkan warga yang tidak memiliki rumah sendiri, tinggal mengontrak, tetapi sudah memiliki kartu keluarga (KK) sendiri.
Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi pertimbangan agar masyarakat yang layak menerima bantuan tidak terlewatkan.
“Selain yang desil 1 dan 4 yang kelihatan banget itu sudah menjadi PR kita, tetapi yang tengah-tengah ini, yang abu-abu, juga perlu diperhatikan,” ujar Me Hoa.
Menurutnya, pembaruan data memang penting dilakukan, tetapi waktu pelaksanaan pendataan juga perlu menjadi perhatian.













