PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Aliansi Masyarakat Terzolimi (Almaster) Bangka Belitung menggelar aksi penyampaian aspirasi di DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (10/9/2026).
Almaster menegaskan aksi ini bukan bentuk penolakan terhadap PT Timah Tbk, melainkan fungsi kontrol sosial terhadap tata kelola pertambangan.
Dalam aksi tersebut, Almaster menyampaikan lima tuntutan utama:
– Penyelesaian konflik kawasan hutan di Kecamatan Lubuk, Bangka Tengah, yang bersinggungan dengan ruang hidup warga.
– Evaluasi tugas dan kewenangan Satlap Tri Cakti serta Satgas PKH.
– Transparansi PT Timah Tbk mengenai mitra tambang dan penyebab rendahnya harga beli pasir timah rakyat.













