PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO — Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani menegaskan seluruh anggaran daerah merupakan uang rakyat yang harus dikelola secara efisien dan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 serta Rapat Paripurna Penyampaian APBD Tahun Anggaran 2027 di Ruang Paripurna DPRD Babel, Senin (31/8/2026).
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nastapa.
Hidayat mengatakan, pembahasan dan perubahan anggaran harus dilakukan bersama antara DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga setiap penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran dan tidak mubazir.
“Perubahan APBD, semuanya uang rakyat. Kita kembali ke Dewan dan TAPD untuk duduk bersama bagaimana uang ini tidak mubazir, tepat sasaran, dan tidak merugikan,” kata Hidayat.
Menurutnya, anggaran daerah harus digunakan untuk kepentingan masyarakat Bangka Belitung secara keseluruhan.
Ia juga menegaskan tidak memiliki kepentingan pribadi dalam pengelolaan anggaran tersebut.
“Jadi uang ini betul-betul digunakan untuk kepentingan rakyat seluruhnya untuk Bangka Belitung,” ujarnya.
Hidayat mengatakan, ada tiga sektor yang menjadi perhatian dalam penggunaan anggaran, yakni kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.













